Sebagai perbandingan, kecepatan baca dan tulis hardisk yang biasa dipakai di laptop kelas menengah masih di bawah 100 MB/s. Sementara SSD kelas bawah kecepatannya bisa di atas 200 MB/s.
Ini karena kcepatan mencari data di memori flash jauh lebih kencang ketimbang pencarian data di storage yang berbasis platter atau piringan, seperti yang digunakan di hardisk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, saat ini kebanyakan laptop berharga di bawah Rp 10 juta masih menggunakan hardisk sebagai pilihan storagenya. Sementara SSD biasanya hanya dipakai di laptop-laptop mahal, yang tentu mempunyai spek prosesor yang tinggi pula.
Namun ada juga yang memberikan opsi penggunaan SSD di laptop murahnya, salah satunya adalah Dell. Di Inspiron 11 yang harga jualnya hanya USD 199 atau sekitar Rp 2,8 juta, Dell memberikan pilihan SSD 128 GB atau hardisk 500 GB.
Namun itu untuk Inspiron 11 yang dijual Dell di Amerika Serikat. Sementara Dell sendiri belum menentukan storage mana yang akan mereka gunakan di laptop ini ketika nanti mulai dijual di Indonesia.
"Jika saya bisa memberikan pilihan sebelum laptop ini dirilis di Indonesia, mana yang kamu pilih, SSD 128 GB atau hardisk 500 GB?" tanya Ray Wah, VP Consumer Product Group Dell saat berbincang dengan detikINET di Las Vegas, Amerika Serikat.
(asj/rou)