Seribu Satu Bocoran Samsung Galaxy S7

Kolom Telematika

Seribu Satu Bocoran Samsung Galaxy S7

Penulis: Lucky Sebastian - detikInet
Senin, 04 Jan 2016 10:09 WIB
Ilustrasi (Ist.)
Jakarta -

Kuartal pertama 2015 kemarin, Samsung sanggup membuat dunia berpaling ketika merilis smartphone flagshipnya Galaxy S6. Ada begitu banyak perubahan dibanding Galaxy S5 setahun sebelumnya, dari desain yang benar-benar baru, prosesor tercepat buatan Samsung sendiri, kamera kelas atas hingga fitur-fitur terbaru.

Saat itu di luar kebiasaan, Samsung langsung mengeluarkan dua tipe smartphone, Galaxy S6 dan S6 Edge yang menghadirkan teknologi layar yang baru dengan dua sisi lengkung. Pro kontra juga terjadi saat kedua device baru tersebut ternyata tidak dilengkapi dengan slot memory card tambahan dan baterai yang bisa diganti.

Banyak orang menganggap kedua fasilitas tersebut adalah ciri yang membedakan Samsung dengan produk dari pesaingnya, Apple. Perubahan tiba-tiba memang tidak mudah, tetapi Galaxy S6 merupakan langkah berani Samsung untuk berubah, setelah Galaxy S5 menerima banyak kritik.

Mendekati kuartal terakhir 2015, ternyata kiprah seri Galaxy S6 belum berhenti, dengan dikeluarkan lagi variannya, Galaxy S6 Edge+, yang memiliki layar lebih besar dan masuk ke kategori phablet, berbarengan dengan kehadiran Galaxy Note5.

Situs DXoMark yang dikenal sebagai situs uji kinerja kamera, menempatkan Galaxy S6 Edge+ sebagai smartphone dengan kinerja kamera teratas, bahkan dari 4 jajaran kamera smartphone terbaik 2015, dua tempat diduduki seri Galaxy S6 dan satu tempat diisi oleh Galaxy Note 5, memperlihatkan tahun 2015 adalah tahun milik Samsung untuk kinerja kamera smartphone terbaik.



Sejak Galaxy S6 dikeluarkan, hingga tutup tahun 2015, berbagai flagship dari berbagai merek smartphone telah dikeluarkan, dan setiap smartphone tersebut banyak dibandingkan dengan Galaxy S6 sebagai barometer. Menjadi menarik ketika banyak benchmark perbandingan dilakukan, Galaxy S6 senantiasa berada di jajaran atas, bahkan tidak sedikit situs teknologi yang memasukkannya sebagai kandidat di jajaran smartphone terbaik yang direlease pada tahun 2015.

Karena kepopulerannya tersebut, maka di akhir tahun 2015 sudah tidak terbendung lagi keingintahuan orang, tentang inovasi apalagi yang akan dibuat oleh Samsung pada penerus dari generasi Galaxy S6, yaitu Galaxy S7. Berbagai bocoran dan spekulasi semakin ramai mendekati pergantian tahun, dari kapan flagship terbaru ini akan dirilis dan apa saja yang akan menjadi keunggulan di Galaxy S7.

Tidak bisa dihindari, kadang spekulasi dari para ‘pembisik' di internet seringkali pada akhirnya memang terbukti. Mari kita lihat lebih lanjut beberapa perubahan dari Galaxy S6 ke Galaxy S7, dan seberapa berartinya perubahan tersebut dari sisi teknologi dan inovasi.

Desain

Desain Galaxy S6, terutama S6 Edge bisa dikatakan desain yang paling futuristik dari jajaran semua smartphone papan atas yang keluar di tahun 2015. Desain ini mendapat banyak pujian dari media dan reviewer sebagai desain yang unik.

Samsung menamai Galaxy S6 sebagai project zero, proyek dimana mereka memulai lagi flagship device mereka dari nol, bukan lagi terpaut dari flagship pendahulunya. Pada project zero ini Samsung all out menggunakan bahan material baru yang selama ini jarang digunakan pada smartphone Samsung.

Bahan plastik berubah menjadi metal dengan standar pesawat terbang, layar dan back casing dengan perpaduan kaca tahan gores terbaru Gorilla Glass 4, dengan teknik pewarnaan nano thin multi coating yang memungkinkan tampilan warna casing berubah seperti batu mulia, tergantung ambien cahaya sekitar.

Bocoran Galaxy S7 mengatakan bahwa tidak ada perubahan berarti kali ini dari sisi desain. Kemungkinan Samsung merasa desain dari project zero sampai sekarang masih relevan dan hanya mengubahnya secara minor, lebih fokus kepada sisi hardware di dalamnya.

 

Jika potongan lapisan screen depan seperti gambar di atas benar, perubahan tampak depan hanya perubahan minor pada bentuk home key, yang sekaligus menjadi fingeprint sensor, yang sekarang tampil lebih memanjang. Sensor proximity dan light sensor terlihat bergeser dari sisi kiri ke kanan.

Tetapi bocoran lain mengatakan bahwa saat nanti peluncuran, kemungkinan Samsung akan langsung menyiapkan tiga varian, bahkan empat varian seri Galaxy S7.

Menurutnya akan ada empat varian Samsung Galaxy S7:
-. Galaxy S7 standar berukuran layar 5,1 inch atau 5,2 inch.
-. Galaxy S7 edge berukuran layar 5,5 inch.
-. Galaxy S7+ berukuran layar 5,7 inch atau 6 inch.
-. Galaxy S7 Edge+ berukuran layar 5,7 inch atau 6 inch.



Berbeda dengan Galaxy S6 dan S6 Edge yang rata di bagian belakang, kemungkinan pada Galaxy S7, bagian belakang yang rata ada pada Galaxy S7 Edge, sementara S7 standar, melengkung di bagian belakang dengan kemiripan desain dengan Galaxy Note 5.

Mengapa ada begitu banyak varian? Sebenarnya saat ini untuk Galaxy S6 sendiri ada tiga varian utama, Galaxy S6 standar atau terkadang disebut S6 flat yang berlayar rata, Galaxy S6 Edge dengan layar lengkung, keduanya berukuran layar 5,1 inch, dan Galaxy S6 Edge+ yang berukuran layar lebih besar 5,7 inch.

Strategi pilihan layar ini memungkinkan Samsung memberikan banyak pilihan untuk menjangkau lebih banyak pengguna, karena ada orang yang menyukai layar besar, dan ada orang yang lebih memilih smartphone dengan ukuran yang kompak. Di antara keduanya, ada yang menginginkan teknologi layar terbaru, baik ukuran besar maupun ukuran yang kompak.

Strategi ini juga benar-benar mengelompokkan pilihan secara jelas bagi penggemar flagship dari Samsung, apakah mereka memilis flagship Galaxy seri S atau seri Note. Timeline sebelumnya Galaxy S6 Edge+ keluar berbarengan dengan Galaxy Note 5 sebelum kuartal akhir tahun, dan kali ini semua varian Galaxy seri S ditarik ke depan untuk memberikan timeline yang lebih jelas, jika awal tahun Samsung akan merilis flagship seri S, dan dekat akhir tahun Samsung bisa berkonsentrasi dengan seri Note.

Material Baru

Samsung Galaxy S6 menggunakan material frame metal aluminum aircraft grade seri 6000, tetapi beberapa bulan kemudian menaikkan tingkat kekerasannya ke seri 7000 di Galaxy S6 Edge+ dan Note 5. Diperkirakan pada Galaxy S7, Samsung masih meningkatkan kekuatan framenya menggunakan bahan baru, magnesium alloy, yang dikenal lebih rigid dan lebih keras, namun lebih ringan.

Pada bagian layar dan back casing, Galaxy S6 menggunakan pelapis tahan bentur dan gores dari Corning Gorilla Glass 4. Samsung sendiri sebenarnya memiliki divisi yang membuat lapisan tahan bentur dan gores mirip Gorilla Glass yang dinamai Turtle Glass. Turtle glass ini dikabarkan memiliki kekuatan diatas Gorilla Glass dan ada kemungkinan akan digunakan sebagai pelapis tahan bentur dan gores di Galaxy S7 series.

Penggunaan material baru ini memungkinkan orang mendapatkan smartphone yang mempertahankan bentuk yang tetap stylish, tetapi memiliki kekuatan yang terjamin, karena tidak bisa dipungkiri sekarang ini smartphone menjadi device yang senantiasa digunakan terus menerus di segala situasi, yang melipatgandakan kemungkinannya untuk terbentur, terjatuh, atau tergores.



Melihat bocoran update Android terbaru Marshmallow 6.0.1 untuk Galaxy S6 Edge, terlihat ada upaya baru dari Samsung untuk membuat sisi edge screen ini semakin berguna. Kalau dulu sisi melengkung ini lebih diperuntukkan sebagai people edge dan ticker, sekarang fungsinya terlihat lebih banyak dan beragam, dan bisa mengambil bagian layar yang lebih besar. Sepertinya peningkatan fitur yang sama ini, bahkan mungkin lebih, akan ada di Galaxy S7 Edge.

Display

Layar Super AMOLED dengan resolusi 2K QuadHD (2560 x 1440) pertama diperkenalkan Samsung pada Galaxy Note 4, dan langsung mendapat penghargaan sebagai layar terbaik menurut Displaymate. Saat Galaxy S6 keluar dengan resolusi layar yang sama, ternyata masih ada peningkatan kualitas dibanding Galaxy Note4, begitu pula saat Galaxy Note5 dan S6 Edge+ diperkenalkan, Displaymate dalam pengujiannya memberikan penghargaan sebagai display terbaik saat ini. Jadi dalam rentang sekian bulan saja, ternyata dalam setiap produknya Samsung masih sanggup memberikan peningkatan kualitas layar Super AMOLED.

Bocoran terbaru untuk Galaxy S7, sepertinya selain masih akan mendapat peningkatan kualitas layar lagi, akan diperkenalkan teknologi Clearforce Display, yang memungkinkan layar bisa membedakan seberapa besar tekanan jari pada layar, dan merespon dengan fitur yang berbeda. Fitur yang mirip seperti teknologi ini sudah dibenamkan Applr, pada iPhone 6s, yang dinamakan 3D touch display.

Huawei juga sudah menyatakan akan menyertakan fitur ini pada seri Huawei Mate S 128GB, walau masih belum terlihat seperti apa hasilnya. Dikabarkan teknologi layar yang bisa membedakan tekanan ini akan digunakan oleh banyak smartphone di tahun 2016, tetapi sepertinya Samsung akan memiliki keunggulan lebih pada implementasinya. Sudah beberapa tahun di seri Galaxy Note, Samsung memiliki fitur S-pen hover. Ketika S-pen didekatkan ke layar, tanpa menyentuhnya, ada beberapa aplikasi yang bisa bereaksi, misalnya pada Gallery akan menampilkan thumbnail foto-foto di album tersebut, pada email saat didekatkan ke judul email akan langsung membuka isi email, pada video bisa memperlihatkan timeline video dll.

Jika fitur Clearforce Display digunakan, tekanan lebih pada jari akan dengan mudah melakukan hal yang sama seperti pada hover s-pen. Dengan teknologi ini banyak shortcut fitur bisa dibuat untuk memudahkan, misalnya untuk masuk ke menu dalam aplikasi tidak perlu men tap icon menu, tetapi bisa digantikan dengan tekanan jari pada layar yang lebih dalam. Saat kondisi standby, tekanan jari pada layar memungkinkan display menyala dan menampilkan notifikasi.

Kabar dari bocoran terbaru, ada kemungkinan juga pada varian Galaxy S7+ Samsung kemungkinan membenamkan resolusi layar yang baru, 4K (3840x2160). Jika ini benar terjadi, berarti Samsung menyusul Sony yang telah lebih dahulu membenamkan resolusi tersebut pada Xperia Z5 Premium, yang sayangnya Sony masih setengah hati menggunakan teknologi ini, karena resolusi ini baru diterapkan jika dipergunakan membuka video dan Foto-foto 4K saja. Selebihnya Sony merender layar Z5 premium dengan resolusi Full HD saja, demi menghemat baterai.

Prosesor dan kinerja

Dalam hal kinerja, di tahun 2015, bisa dibilang tahun tersebut milik Samsung, ketika Galaxy S6 memutuskan untuk memakai prosesor buatan Samsung sendiri, Exynos 7420. Sampai penutupan tahun, belum ada lagi prosesor yang digunakan smartphone Android lain yang mendekati kinerja Exynos 7420.

Hal ini lebih dikarenakan prosesor Snapdragon 810 yang harusnya menjadi pesaing kuat Exynos 7420 diterpa over heating. Flagship brand lain terpaksa memilih Snapdragon kedua terbaik, seri 808, atau tetap menggunakan seri 810, tetapi melakukan modifikasi untuk menurunkan kinerjanya agar tidak panas berlebih.

Prosesor Exynos 7420 juga menjadi prosesor pertama yang menggunakan fabrikasi dengan proses 14nm, menjadikannya prosesor smartphone dengan ukuran terkecil dan paling hemat daya.

Pada Galaxy S7, dikabarkan Samsung kembali lagi seperti masa sebelum Galaxy S6, akan menggunakan dua macam prosesor, pertama prosesor Snapdragon 820, yang kali ini proses pembuatannya dilakukan juga oleh pabrik semikonduktor dari Samsung sendiri, dan prosesor Exynos terbaru seri 8890.

Kabarnya negara Amerika dan China akan mendapatkan produk Galaxy S7 dengan prosesor Snapdragon 820, sementara negara lainnya mendapat Galaxy S7 dengan prosesor Exynos 8890, termasuk Indonesia.

Prosesor Exynos 8890 yang memiliki 8 (octa) core ini menggunakan teknologi big.LITTLE yang berbeda, dimana pada grup prosesor yang berkininerja tercepat, yang biasanya menggunakan arsitektur dari ARM, kali ini dikustomisasi oleh Samsung sendiri, dengan nama julukan Mongoose atau terkadang disingkat M1. Desain prosesor custom ini memungkinkan Samsung menyesuaikan kinerja prosesor lebih optimal, dipadu dengan OS android marshmallow yang digunakan di Galaxy S7.

Setidaknya prosesor Exynos 8890 menjanjikan kinerja 30% lebih cepat dan lebih hemat daya 10% dibanding prosesor Exynos 7420 pada Galaxy S6.

Dari bocoran benchmark, sepertinya prosesor Exynos 8890 ini akan mengulang lagi kehebatan Exynos 7420 di tahun 2015, tetap berada diposisi puncak ketika dibandingkan dengan kinerja prosesor terbaru dari Qualcomm, Mediatek maupun Huawei.

 
Bagian terpenting lain dari kinerja prosesor adalah GPU (Graphics Processing Unit), prosesor yang mengurus tampilan grafis. GPU yang digunakan Galaxy S6 adalah Mali T760MP8, dan GPU ini meningkat pada Galaxy S7, menggunakan seri tertinggi dari Mali T880MP12. Peningkatan ini memungkinkan jumlah inti dari GPU naik 50% dan secara kinerja di atas kertas bisa 2,25 kali lebih cepat dibanding GPU pada Galaxy S6. Prosesor grafis ini sanggup untuk menjalankan layar dengan resolusi sangat tinggi 4K UHD (4.096x2.160) & WQUXGA (3.840x2.400).

Satu hal terbaru dari SoC Exynos 8890 adalah sudah terintegrasinya modem menjadi satu bagian dalam SoC, yang mana pada Galaxy S6, modem ini masih menjadi bagian terpisah. Modem yang disiapkan juga berkapasitas kecepatan tertinggi saat ini, CAT12, yang memungkinkan besaran download mencapai 600Mbps.

Sebagai pelengkap kinerja prosesor, Galaxy S7 akan memiliki RAM 4 GB LPDDR4, yang sebelumnya berukuran 3 GB di Galaxy S6.

Kembalinya SD Card

Pada Galaxy S6, hilangnya slot memori eksternal menjadi bagian yang paling banyak pro dan kontra, saat smartphone tersebut dirilis. Walaupun hasil kinerja memori Galaxy S6 terasa sangat cepat dengan memori internal berbasis UFS 2.0, tetap saja masih banyak yang tidak setuju slot memori eksternal ini dihilangkan dari flagship Samsung. Tetap banyak yang tidak puas walau Samsung menyediakan internal storage yang besar, 64 GB dan 128 GB di Galaxy S6.

Dari ramainya bocoran informasi, ada kemungkinan pada Galaxy S7 slot memori eksternal ini akan kembali. Tetapi mungkin tidak semua varian Galaxy S7 akan memiliki slot memori eksternal. Dikabarkan hanya Galaxy S7 standar atau flat yang akan memiliki slot memory eksternal.

Salah satu pertimbangan Samsung menghilangkan memori eksternal kabarnya karena penggunaan tipe memori internal UFS 2.0 yang cepat, tidak bisa bersinergi baik dengan eksternal memori. Saat ini kemungkinan sudah ditemukan cara supaya kinerja keduanya bisa lebih cocok. Belum lagi pada OS Android Marshmallow yang baru, Google sekarang menyertakan kode pemrograman supaya memori eksternal bisa menjadi ekspansi dari memori internal. Jadi para fans dari produk Samsung yang tetap berharap bisa mendapatkan kemudahan ekspansi memori, bisa terpenuhi keinginannya di Galaxy S7.

Kamera Baru

Tahun 2015 menjadi pertarungan kamera smarphone yang luar biasa. Banyak vendor smartphone di tahun tersebut menghasilkan kamera yang hebat. Bahkan Google Nexus yang biasanya memiliki hasil kamera yang biasa-biasa saja, sekarang dengan Nexus 6P, masuk jajaran atas dalam 10 besar smartphone dengan kamera terbaik.

Motorola yang dulu juga tampaknya biasa-biasa saja, sekarang melejit masuk dalam jajaran 10 smartphone dengan kamera terbaik, dalam benchmark DXoMark. Hasil pemotretan dari smartphone-smartphone flagship 2015 terasa meningkat signifikan dibanding smartphone ditahun 2014. Tentu saja di tahun 2016 ini, bobot smartphone yang dianggap baik harus memiliki kamera yang hebat.

Samsung sudah menunjukkan kamera yang hasilnya meningkat secara kualitas di Galaxy S6, bahkan Galaxy S6 Edge+ sekarang menempati posisi teratas.

Masih menurut bocoran, kabarnya Samsung masih belum puas dan akan meningkatkan kemampuan kameranya di Galaxy S7. Terdengar santer kalau pada Galaxy S7 Samsung akan mencoba menggunakan sensor kamera buatannya sendiri yang dinamakan BRITECELL.

Sensor kamera baru ini secara ukuran piksel sensor lebih kecil, 1.0 um, tetapi setara hasilnya dengan pixel 1.12 um. Karena ukuran pixel bisa lebih kecil, makan ukuran sensor kamera juga mengecil, terutama ketebalannya. Sensor yang makin tipis ini memungkinkan kamera bisa digunakan oleh smartphone yang memiliki tebal bodi yang tipis, tanpa lensa kamera harus menyembul terlalu jauh.

Sensor BRITECELL ini juga mendukung kombinasi filter baru RBW (Red Blue White) yang memungkinkan sensor lebih menyerap banyak cahaya di kondisi lowlight dan menghasilkan foto yang lebih terang.

 
Pengunaan ukuran pixel 1um memungkinakan dalam ukuran sensor yang sama dengan sensor kamera 16 MP, bisa didapat ukuran kamera 20 MP.

Jadi dalam isu bocoran tentang kamera, Galaxy S7 kemungkinan akan memiliki kamera belakang 20MP dan kamera depan 8MP.


Ada juga bocoran yang mengatakan Samsung akan tetap menggunakan sensor kamera dari Sony, dikarenakan jajaran kamera smartphone terbaik saat ini, kebanyakan menggunakan sensor kamera dari Sony. Samsung sendiri pada Galaxy S6 Edge+ yang mendapat ranking teratas jajaran smartphone dengan kamera terbaik, menggunakan sensor kamera Sony IMX240. Sensor yang sama digunakan juga oleh Galaxy S6 Edge, Galaxy Note 5 dan Galaxy Note4.

Kabarnya ada pembicaraan bahwa Samsung tertarik dengan sensor kamera buatan Sony terbaru yang digunakan oleh Xperia Z5, Exmor RS IMX300. Dengan sensor kamera IMX240 yang lebih lama dari IMX300, Samsung berhasil menempatkan kamera smartphonenya sebagai urutan teratas. Peluang ini menjadi lebih baik lagi jika Samsung bisa menggunakan sensor IMX300 Sony yang lebih baru.

Berbeda dengan bocoran di atas, adalagi bocoran terbaru yang memperlihatkan potongan informasi spesifikasi dari layar smartphone yang diduga adalah Galaxy S7+



Dari informasi tersebut terlihat kalau kamera Galaxy S7+ (dan kemungkinan sama dengan varian Galaxy S7 yang lain), memiliki kamera belakang yang lebih kecil besaran mega pixelnya dibanding Galaxy S6. Galaxy S6 memiliki kamera belakang 16 MP dan kamera depan 5 MP. Pada Galaxy S7 terlihat kamera belakang ‘hanya’ 12,2MP dan kamera depan tetap 5 MP.

Jika pilihan besaran kamera ini yang terjadi, ada kemungkinan Samsung memilih menggunakan sensor kamera dengan ukuran piksel yang lebih besar. Pixel yang lebih besar secara teori akan menghasilkan gambar yang lebih terang karena sanggup menangkap cahaya yang lebih banyak, dan lebih sedikit menghasilkan artefak atau noise pada hasil foto. Jika ukuran ini yang dipilih Samsung, ada kemungkinan hasil foto dari kamera Galaxy S7 meningkat dalam kualitas.

USB Port Anyar dan Fast Charging

Beberapa smartphone terbaru di 2015 sudah mengambil langkah menggunakan port USB yang baru, USB type C. Ke depan memang port ini akan menjadi standar dan menggantikan port micro USB yang sekarang banyak digunakan oleh smartphone. Kelak USB type C ini bukan hanya akan digunakan di smartphone, tetapi di banyak perangkat lain seperti notebook dan tablet.

Standar kesamaan yang lebih luas ini akan lebih memudahkan. Ada banyak keunggulan yang dimiliki port tipe baru ini. Selain bisa dicolokkan terbalik bagian atas atau bawah (reversible), port yang baru ini bisa mendukung transfer data yang lebih cepat dan arus yang lebih besar untuk mendukung proses charging yang lebih cepat. Port yang sama sekaligus juga bisa berfungsi sebagai HDMI dan VGA port.

Dikabarkan Samsung Galaxy S7 akan menggunakan port berstandar baru ini dan memanfaatkannya lebih maksimal.

Galaxy S6 sudah mendukung fast charging yang dalam waktu 80 menit sanggup mengisi baterai dari 0 hingga 100%. Galaxy S6 juga menjadi smartphone Samsung pertama yang sudah langsung mendukung wireless charging. Ternyata kemampuan wireless charging ini masih ditingkatkan pada Galaxy S6 Edge+ , menjadi fast wireless charging, dimana pengisian baterai dengan teknologi induksi tanpa kabel tersebut, menjadi jauh lebih cepat.

Selain selalu tersedianya slot memori card, biasanya device flagship Samsung sebelumnya menggunakan baterai removeable. Jika slot memory card mungkin kembali di Galaxy S7, tampaknya tidak demikian dengan baterai removeable. Sama seperti Galaxy S6, Galaxy S7 tetap mempertahankan teknologi baterai tanam yang terbukti bermanfaat ketika dikombinasikan dengan fast charging dan fast wireless charging.

Kabarnya dengan port usb type C yang baru, Samsung akan membuat kejutan lagi dengan kecepatan pengisian baterai yang semakin cepat. Dikabarkan cukup dengan 30 menit saja pengisian baterai untuk smartphone Galaxy S7, smartphone tersebut bisa digunakan seharian. Dengan kemampuan pengisian super cepat ini, sepertinya tidak banyak orang masih merasa butuh membawa dua baterai sebagai cadangan.

Security Tambahan, Iris Scanner

Samsung Galaxy S6 selangkah lebih maju dibanding beberapa smartphone Android lain yang juga menggunakan proteksi keamanan fingerprint sensor. Di saat kebanyakan smartphone lain masih memfungsikan fingerprint sensor ini sebagai kunci untuk meng-unlock device, Samsung sudah menggunakannya untuk keperluan lain, menjadi pengganti password pada web, proteksi data dalam KNOX, dan Samsung Pay, yang membuat smartphone menjadi pengganti fisik kartu kredit untuk bisa “digesek” pada mesin EDC, baik mesin EDC standar maupun berbasis NFC.

Semakin banyak orang bergantung pada smartphone, berarti seharusnya semakin tinggi pula proteksi keamanan pada smartphone tersebut, karena kemungkinan banyak data pribadi dan rahasia yang tersimpan di dalamnya. Kabarnya Samsung akan menambahkan proteksi keamanan biometrik lain di Galaxy S7, dengan iris scanner, atau kamera yang bisa membaca iris mata. Iris mata setiap orang dikabarkan memiliki ciri pattern khusus yang sulit ada kembarannya di dunia, memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibanding sidik jari, dan bisa dilakukan dari jarak cukup jauh.

Penutup

Dari beberapa hal yang esensial, kita melihat ternyata smartphone di tahun 2016 masih mempunyai inovasi-inovasi baru, yang akan semakin memenuhi kebutuhan mereka yang semakin hari semakin bergantung terhadap penggunaan smartphone. Apa yang kita bahas di atas, mungkin saja masih sebagian kecil dari bocoran yang ada, dan memungkinkan perkembangan sebenarnya lebih banyak akan terjadi pada Galaxy S7.

Masih ada kabar lain yang juga mengatakan bahwa Google turut bekerjasama dengan tim Samsung untuk membantu membenahi OS dan UI pada flagship Samsung. Kolaborasi ini jika benar-benar terjadi, bisa membawa pengalaman yang lebih lengkap di Galaxy S7, kombinasi hardware yang hebat dengan software yang baik.

Walaupun apa yang dibeberkan di atas mungkin saja benar akan terjadi, ada baiknya kita juga tidak menjadikannya sebagai patokan yang pasti, karena bagaimanapun juga setiap tahun senantiasa ada bocoran atau bisikan yang tepat, ada juga yang tidak atau belum akan terjadi. Kita melihat bocoran-bocoran diatas sebagai deskripsi semata, jika hal-hal tersebut benar-benar terjadi di Galaxy S7.

Yang pasti, karena persaingan smartphone yang semakin ketat, Samsung sepertinya akan berusaha lebih all out lagi di tahun ini, untuk tetap mempertahankan diri sebagai perusahaan smartphone terbesar dan teratas.

Kita nantikan kebenarannya sebentar lagi, karena kabarnya Galaxy S7 akan diperkenalkan menjelang Mobile World Congress 2016 yang akan dimulai 22 Februari 2016.

*) Penulis, Lucky Sebastian merupakan sesepuh komunitas Gadtorade. Pria yang tinggal di Bandung ini sejatinya adalah seorang arsitek, tetapi antusiasme yang tinggi akan gadget justru semakin membawa Lucky untuk menjadi gadget enthusiast.

(ash/ash)