Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Orang Indonesia Suka Ponsel di Bawah Rp 2 Juta

Orang Indonesia Suka Ponsel di Bawah Rp 2 Juta


Yudhianto - detikInet

(yud/detikINET)
Jakarta -

Qualcomm mengungkap informasi menarik soal penjualan smartphone di Indonesia. Didasarkan dari laporan GFK, produsen chip ini mengatakan kalau orang Indonesia sangat menggemari ponsel-ponsel dengan kisaran harga di bawah Rp 2 juta.

Presentasenya bahkan mencapai 70% untuk ponsel-ponsel di bawah Rp 2 juta. Informasi ini jelas membuktikan bahwa segmen menengah dan bawah merupakan pasar yang paling seksi untuk smartphone, setidaknya untuk pasar Indonesia.

Secara keseluruhan, smartphone benar-benar sukses menghipnotis konsumen Indonesia. Hasil riset yang melibatkan 37 kota di Indonesia ini juga memaparkan kalau penjualan smartphone di Indonesia sampai kuartal tiga 2015 sudah menyentuh 60% dari total penjualan ponsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 38% lainnya diisi oleh feature phone, sedangkan 2% sisanya ditempati tablet. Ponsel-ponsel dari China juga mulai mendapat tempat di hati konsumen Indonesia. Faktanya, sebanyak 23% diantaranya adalah smartphone asal negeri Tirai Bambu.

Selain itu, bisa dipastikan platform Android masih jadi juaranya. Terbukti, 93% smartphone yang terjual di Indonesia sampai kuartal tiga 2015 berbasis OS robot hijau.

Pengembangan teknologi 4G juga tak luput jadi demand konsumen Indonesia. GFK mencatatkan dari total penjualan ponsel di Indonesia, 11% merupakan perangkat yang sudah dibekali dukungan 4G LTE.


Ponsel 4G Mulai Menggeliat

Implementasi 4G yang mulai digeber oleh operator telekomunikasi Indonesia di kota-kota besar terbukti mampu meningkatkan penetrasi perangkat-perangkat 4G. Menggunakan data terpisah dari GFK, Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia mengatakan, dari jumlah total ponsel 4G yang ada di Indonesia, yang terjual sudah menyentuh angka 79%.

Raihan 79% tersebut diperoleh dari penjualan ponsel 4G di sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Jabotabek, Surabaya, Bandung, Medan dan yang lainnya. Adapun porsi terbesarnya dipegang oleh Jabotabek, di area ini angka penjualan ponsel 4G mencapai 56%.

"Sejalan dengan objektif dan komitmen pemerintah terhadap implementasi teknologi 4G LTE, Qualcomm secara konsisten berupaya mendorong konsumen beralih dari penggunaan 2G dan 3G ke 4G, dengan melibatkan stokeholder yang relevan," ujar Shannedy, di Senopati, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

(yud/rns)





Hide Ads