Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Sony (Masih) Jadi Korban Black Campaign Service Center

Sony (Masih) Jadi Korban Black Campaign Service Center


Rachmatunisa - detikInet

Head of Marketing Sony Mobile Communications Indonesia, Ika Paramita (rns/detikINET)
Jakarta - Keluhan mengenai lambannya layanan service center Sony di Indonesia membuat perusahaan asal Jepang berbenah. Sony pun fokus meningkatkan pelayanan, meski merasa tetap menjadi korban black campaign service center.

"Service center Sony kini sudah jauh semakin baik. Tapi saya merasa masih ada black campaign. Kita sekarang punya dua partner jadi konsumen bisa memilih," kata Head of Marketing Sony Mobile Communications Indonesia, Ika Paramita di peluncuran Xperia C5 Ultra dan Xperia M5 di Eatery Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Dua mitra yang digandeng Sony untuk membenahi urusan service center adalah Teletama Artha Mandiri (TAM) dan yang terbaru adalah Teleplan. Keduanya membantu Sony agar bisa lebih cepat menyelesaikan masalah yang diadukan konsumen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Drop point kita punya 5 hub, secara nasional di bawah TAM dan Teleplan nanti ada sekitar 70an lokasi. Tapi saya belum bisa bicara banyak, lebih detail nanti kita akan umumkan dalam waktu dekat," jelas Ika.

Yang jelas menurutnya, Sony menanggapi serius laporan yang menyebutkan lambannya service center Sony. Dia mengklaim jumlah keluhan kini menurun drastis sejak Sony sibuk berbenah.

"Service deadlock semacam itu intinya kita tahu ada masalah konsumen yang sudah selesai tapi komplainnya baru masuk. Secara service kita banyak sekali mengalami perbaikan," pungkasnya

(rns/asj)





Hide Ads
LIVE