Lenovo baru saja merilis Phab Plus, sebuah perangkat yang memadukan fungsi smartphone dan tablet. Hasilnya, lahirlah sebuah ponsel super jumbo berupa phablet. Apa enaknya?
Jeff Meredith, GM & VP Tablet Business Unit Lenovo, punya alasan sendiri saat memperkenalkan Phab Plus yang punya ukuran 6,8 inch. Sejatinya, phablet ini hanya beda 0,2 inch untuk definisi tablet yang biasanya minimal 7 inch.
"Konsepnya menggabungkan antara fungsi tablet yang menghibur dan smartphone yang memiliki portabilitas tinggi,β kata Meredith dalam sesi wawancara di sela ajang IFA 2015, di Berlin, Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktivitas itu umumnya lebih nyaman dinikmati di atas layar yang cukup lebar. Selain itu, lanjut Meredith, untuk ukuran telapak tangan orang Asia umumnya phablet lebih nyaman digenggam ketimbang sebuah tablet.
"Anda tak akan merasa susah seperti ketika menggenggam tablet dan bisa dioperasikan dengan satu tangan. Bahkan untuk mengaktifkan layar, unlock screen bisa dilakukan dengan mengetuk layar dua kali," jelasnya.
Phab Plus sendiri dilengkapi dua kamera dengan resolusi cukup tinggi. Ponsel ini juga didedikasikan pula untuk selfie. Tak perlu khawatir pada kondisi low light, sebab dua buah LED flash siap membantu menambah cahaya.
Perangkat dengan konsep unibodi ini mengandalkan chipset buatan Qualcomm, seri Snapdragon 615 yang memiliki konfigurasi octa core. Memori internal tersedia dalam satu jenis, 32 GB dengan RAM 2 GB. Pada sisi audio, Lenovo menyematkan teknologi engine Dolby Atmos.
Pasokan tenaga diperoleh dari baterai berkapasitas 3.500 mAh. Lenovo mengklaim baterai ini siap standby selama 20 hari. Harga yang ditawarkan untuk satu unit perangkat dengan OS Android Lollipop ini seharga USD 299 atau sekitar Rp 4 juta.
Alasan terakhir yang membuat Lenovo berani memasarkan ponsel super jumbo ini tentu saja dari sisi bisnisnya. Kata Meredith, produk ini sendiri lahir dari riset yang menyebutkan bahwa penjualan phablet meningkat pesat hingga 148% dalam setahun terakhir.
(rou/ash)