Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ngeri Banget! Orang Ini Tewas dan Tulangnya Melekat di Dinding Gua

Ngeri Banget! Orang Ini Tewas dan Tulangnya Melekat di Dinding Gua


Aisyah Kamaliah - detikInet

Pada 1993, ilmuwan di Italia menemukan sinkhole yang mengarah pada sebuah lorong. Ternyata, mereka menemukan tengkorak manusia yang menempel di dinding gua.
Pada 1993, ilmuwan di Italia menemukan sinkhole yang mengarah pada sebuah lorong. Ternyata, mereka menemukan tengkorak manusia yang menempel di dinding gua. Foto: Riga et al, PLOS ONE 2020
Jakarta -

Pada 1993, ilmuwan di Italia menemukan sinkhole yang mengarah pada sebuah lorong. Setelah ditelusuri, mereka menemukan tengkorak manusia dalam kondisi tak biasa: menempel di dinding gua.

Sinkhole tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 meter, dan mengarah pada terowongan dengan panjang 60 meter. Gua yang mereka jelajah adalah Gua Lamalunga, berada di Altamura, Italia selatan.

Di sana, ilmuwan mendapati fosil dari laki-laki dewasa yang kemudian diidentifikasi sebagai manusia Neanderthal yang meninggal sekitar 128.000-187.000 tahun silam. Dikenal dengan 'Altamura Man' atau 'Manusia Altamura', tengkorak ini ditemukan tertutup 'cave popcorn'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Cave popcorn terbentuk ketika kalsit larut dalam air hujan sehingga menumpuk. Cave popcorn menumpuk di permukaan lantai gua, atau apa pun yang ada di lantai. Itu artinya, bisa saja cave popcorn menyelimuti sisa-sisa hewan, dan dalam kasus ini, sisa-sisa Neanderthal terlengkap yang pernah ditemukan. Popcorn gua biasanya terjadi di area basah gua tempat air dapat mengalir di permukaan.

Lebih lanjut, tim peneliti yang menemukan fosil tersebut percaya bahwa orang tidak beruntung itu kemungkinan jatuh ke dalam sinkhole dan terjebak. Di sana, ia kelaparan atau mati karena dehidrasi sebelum tertutup popcorn gua dan ditemukan oleh para ilmuwan lebih dari 100.000 tahun kemudian.

Melansir IFLScience, Selasa (20/1/2026) pada akhirnya fosil tersebut dibiarkan di tempatnya dengan pertimbangan mencegah kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Untuk sementara waktu, para ilmuwan hanya dapat mempelajari tubuh tersebut dengan melakukan pengamatan di lokasi atau menganalisis foto-foto yang diambil oleh ilmuwan lain.

Pada tahun 2015, sebuah tim berhasil mengambil sampel kerangka (fragmen tulang belikatnya) untuk dianalisis. Kemudian ditentukan bahwa fosil tersebut bukanlah Homo sapiens melainkan Neanderthal yang telah meninggal antara 128.000 hingga 187.000 tahun yang lalu.

"Secara keseluruhan, hasil analisis morfometrik dan paleogenetik kami sepakat menunjukkan bahwa kerangka dari Altamura adalah milik Neanderthal," tulis tim tersebut dalam penelitian mereka.

Analisis lebih lanjut terhadap gigi pria tersebut oleh tim lain pada tahun 2020 menemukan bukti keausan, yang menunjukkan bahwa ia adalah orang dewasa (yang tidak terlalu tua) pada saat kematiannya. Mereka juga menemukan bahwa salah satu giginya kemungkinan hilang beberapa minggu sebelum kematiannya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Manusia Altamura telah menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sebelumnya, para peneliti percaya bahwa Neanderthal memiliki struktur di dalam hidung mereka yang membantu mereka mengatasi lingkungan dingin. Akan tetapi, karena betapa rapuhnya tulang rongga hidung, kita tidak memiliki bukti fosil dari struktur ini.

"Pertama kali saya masuk ke gua dan menyadari betapa terawatnya rongga hidung, saya kagum, karena saya telah melihat banyak tengkorak di laboratorium kami dan saya tahu bahwa struktur ini sering hancur," kata penulis studi Costantino Buzi kepada IFLScience.

Setelah memeriksa spesimen tersebut, tim menyimpulkan bahwa Neanderthal sebenarnya tidak memiliki adaptasi khusus untuk iklim dingin ini, dan sebaliknya mereka memiliki rongga hidung bagian dalam yang sangat mirip dengan yang terlihat pada manusia modern.

"Kita akhirnya dapat mengatakan bahwa ciri-ciri ini tidak ada, jadi kita dapat menghapusnya dari daftar ciri diagnostik (untuk Neanderthal)," tambah Buzi. Perlu dicatat, ini tidak berarti bahwa Neanderthal sama sekali tidak memiliki kemampuan besar untuk iklim dingin.

"Sederhananya, dengan melihat bagian dalam hidung, kita dapat melihat bahwa Neanderthal memiliki solusi sendiri untuk menyesuaikan aliran udara untuk iklim dingin. Jadi mereka beradaptasi dengan dingin di bagian wajah dengan model yang berbeda dari kita," simpulnya.




(ask/fay)









Hide Ads