"Konsumen selalu memprioritaskan kualitas gambar saat mereka akan beli TV. Di Indonesia orang selalu ingin memiliki perangkat dengan teknologi terbaru. Bahkan ketika kontennya masih terbatas, mereka percaya ini akan terus berkembang," kata Consumer Electronics Head of Product Marketing Samsung Electronics Indonesia Reza Varindra di peluncuran SUHD TV JS7200, MidTown, SCBD, Jakarta, Selasa (8/9/2015).
Dikatakannya, Samsung yakin bahwa ke depannya konten UHD akan semakin menjamur. Developer dan para penyedia konten tentunya akan terus berlomba menyajikan konten UHD. Tak hanya akan terjadi peningkatan secara kuantitas, tetapi juga kualitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TV UHD yang ada di market saat ini ada yang 3K dan 4K. Tapi Samsung meyakini UHD itu harus 4K. Jadi standar TV UHD kita itu 4K," kata Product Marketing TV Senior Manager Samsung Electronic Indonesia, Ubay Bayanudin.
Dia menambahkan, standar yang ditetapkan Samsung ini lagi-lagi mengacu pada kebutuhan konsumen, terutama bagi para penikmat film yang ingin matanya dimanjakan.
"Seperti tadi sudah dibilang konten UHD akan menjamur. Sehingga cocok dengan konten-konten yang dibuat. Dengan kehadiran teknologi SUHD ini kita juga membantu para pembuat konten menampilkan karya-karya mereka lebih bagus lagi," kata Ubay.
Dia menambahkan, JS7200 juga dilengkapi UHD upscalling. Fitur ini untuk mengakomodir tayangan konten yang belum UHD. "Jadi meski kontennya belum UHD, tapi kualitas tampilannya oleh TV akan disesuaikan hingga kualitasnya mendekati UHD," sambungnya.
SUHD JS7200 dibanderol mulai dari Rp 17 juta untuk ukuran 50 inch, Rp 29 juta 55 inch dan Rp 33 juta untuk 60 inch. Dalam peluncuran SUHD JS7200, Samsung juga sekaligus memperkenalkan JU6000 40 inch yang dibanderol Rp 8,6 juta, 48 inch Rp 14 juta, 55 inch Rp 21 juta dan 65 inch Rp 35 juta.
(rns/ash)