Ketika produsen lain lebih memilih prosesor Qualcomm untuk ponsel kelas atasnya, HTC menempuh jalur berbeda. Perusahaan Taiwan ini lebih melirik prosesor MediaTek yang identik dengan ponsel murah. Apa alasannya?
Ketika ditanyakan hal tersebut, Faisal Siddiqui selaku Presiden HTC South-Asia tak mau blak-blakan. Ia berkilah bahwa MediaTek Helio X10 yang dibenamkan di HTC One M9+ dipilih karena performanya setara dengan prosesor kelas atas lainnya.
β(Helio X10) Performanya luar biasa, hasil benchmark prosesor ini juga mampu mengimbangi prosesor (kelas atas) lainnya,β ujar Siddiqui, di sela-sela peluncuran HTC One M9+, di Exodus, Kuningan City, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, HTC membanderol One M9+ senilai Rp 10 juta. Harga ini cukup tinggi untuk ukuran ponsel yang pakai prosesor MediaTek, meski yang dipakai adalah Helio X10 yang merupakan prosesor terbaik MediaTek saat ini.
Padahal ketika merilis One M9 beberapa bulan lalu, HTC membanderolnya di angka Rp 9 jutaan. Varian pertama dari One M9 ini dibekali prosesor Snapdragon 810 yang kelasnya bisa dibilang ada di atas Helio X10.
Namun meski kencang, Snapdragon 810 sempat dihantui isu panas yang mengkhawatirkan. Samsung adalah salah satu perusahaan yang kabarnya meninggalkan Snapdragon 810 karena isu tersebut, dan akhirnya pakai prosesor buatannya sendiri. Bisa jadi, ini juga yang jadi alasan HTC memilih Helio X10 kepunyaan MediaTek untuk mengotaki M9+.
(yud/ash)