Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
One M9+ Dilabeli Rp 10 juta, HTC kok Pilih MediaTek?

One M9+ Dilabeli Rp 10 juta, HTC kok Pilih MediaTek?


Yudhianto - detikInet

htc one m9+ (yud/detikINET)
Jakarta -

Ketika produsen lain lebih memilih prosesor Qualcomm untuk ponsel kelas atasnya, HTC menempuh jalur berbeda. Perusahaan Taiwan ini lebih melirik prosesor MediaTek yang identik dengan ponsel murah. Apa alasannya?

Ketika ditanyakan hal tersebut, Faisal Siddiqui selaku Presiden HTC South-Asia tak mau blak-blakan. Ia berkilah bahwa MediaTek Helio X10 yang dibenamkan di HTC One M9+ dipilih karena performanya setara dengan prosesor kelas atas lainnya.

β€œ(Helio X10) Performanya luar biasa, hasil benchmark prosesor ini juga mampu mengimbangi prosesor (kelas atas) lainnya,” ujar Siddiqui, di sela-sela peluncuran HTC One M9+, di Exodus, Kuningan City, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu menanggapi harganya yang terbilang tinggi, Siddiqui mengatakan konsumen akan mendapatkan banyak inovasi yang tak ditemukan di ponsel lain di kelasnya. Siddiqui lantas menonjolkan fitur audio stereo BoomSound yang dipadu teknologi Dolby, kamera 20 MP dengan fitur dual camera, dan build quality khas HTC.

Seperti diberitakan sebelumnya, HTC membanderol One M9+ senilai Rp 10 juta. Harga ini cukup tinggi untuk ukuran ponsel yang pakai prosesor MediaTek, meski yang dipakai adalah Helio X10 yang merupakan prosesor terbaik MediaTek saat ini.

Padahal ketika merilis One M9 beberapa bulan lalu, HTC membanderolnya di angka Rp 9 jutaan. Varian pertama dari One M9 ini dibekali prosesor Snapdragon 810 yang kelasnya bisa dibilang ada di atas Helio X10.

Namun meski kencang, Snapdragon 810 sempat dihantui isu panas yang mengkhawatirkan. Samsung adalah salah satu perusahaan yang kabarnya meninggalkan Snapdragon 810 karena isu tersebut, dan akhirnya pakai prosesor buatannya sendiri. Bisa jadi, ini juga yang jadi alasan HTC memilih Helio X10 kepunyaan MediaTek untuk mengotaki M9+.

(yud/ash)







Hide Ads