Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Seret Jualan Handset, BlackBerry Malah Untung

Seret Jualan Handset, BlackBerry Malah Untung


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

BlackBerry Passport (gettyimages)
Jakarta -

Keputusan BlackBerry untuk mengerem penjualan handset dan mengalihkan fokusnya ke bisnis enterprise serta solusi keamanan, justru menjadi berkah. Perusahaan smartphone asal Kanada itu akhirnya bisa mencatatkan kinerja positif setelah bertahun-tahun menderita kerugian.

Sejak John Chen mengambil alih pucuk pimpinan BlackBerry dari tangan Thorsten Heins pada 2013 lalu, fokus perusahaan pun berubah drastis. BlackBerry memang masih memasarkan handset, tapi tak segencar tahun-tahun sebelumnya.

Tercatat hanya ada lima handset yang dirilis di era Chen dalam dua tahun terakhir ini, yakni BlackBerry Z3, BlackBerry Passport, BlackBerry Classic, BlackBerry Porsche Design P'9983.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chief Legal Officer BlackBerry Global, Steve Zipperstein, yang ikut andil membantu Chen sejak masa transisi, turut senang karena perjudian mereka untuk tak melulu fokus di bisnis handset akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.

"BlackBerry sekarang tak banyak memproduksi hardware dan lebih fokus ke software. Semua setuju inilah yang harus kita lakukan," kata Zipperstein dalam media interview di JS Luwansa, Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Di tahun pertama memimpin BlackBerry, Chen langsung melakukan gebrakan untuk menstabilkan finansial perusahaan. Kemudian, ia mulai melakukan transformasi bisnis, dari yang tadinya fokus jualan ponsel jadi perusahaan multiplatform software services & security company.

Untuk suksesi perombakan ini tak mudah, karena perusahaan harus mengambil langkah kurang populis seperti merampingkan jumlah pegawai dan menekan pengeluaran untuk ongkos produksi. Namun langkah ini efektif di saat kinerja yang tengah kritis.

"Hasilnya, kami mencatatkan saldo kas tertinggi dalam sejarah perusahaan, USD 3,3 miliar duit yang ada di bank. Dan kami juga melakukan empat akuisisi penting untuk memperkuat software dan keamanan," lanjut Zipperstein.

Empat perusahaan yang diakuisi BlackBerry di era Chen adalah SecuSmart, WatchDox, Movertu, dan Athoc. Akuisisi inilah nantinya yang akan jadi penentu kesuksesan BlackBerry di masa depan dalam bisnis software dan solusi keamanan, khususnya di era internet of things.

"Sejak kami fokus ke software, keuangan BlackBerry membaik. Arus kas dalam tiga kuartal berturut-turut meningkat drastis, dari kehilangan miliaran dolar jadi menghasilkan puluhan juta dolar. Pencapaian yang luar biasa," ujarnya sumringah.

Meski fokus perusahaan saat ini sedang dialihkan ke software enterprise dan solusi keamanan, namun Zipperstein sendiri tak menutup kemungkinan masih akan ada handset baru yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Namun sayangnya, ia tak mau berkomentar soal handset terbaru, termasuk soal rumor penggunaan OS Android yang banyak beredar di internet.

"Kami sangat antusias dengan masa depan perusahaan di bisnis software. Namun kami tak menutup kemungkinan untuk terus memproduksi hardware asalkan masih menguntungkan," pungkas Zipperstein yang sebelumnya menjabat Chief Legal Officer di Verizon Wireless ini.

(rou/fyk)







Hide Ads