Saat ini, HTC sudah mulai mematikan dua lini produksi di pabriknya itu. Dan kemudian fasilitas perakitan ponsel itu akan dijual ke sebuah perusahaan asal China. Transaksi itu sudah dikonfirmasi, meski belum jelas kapan pabrik itu akan berpindah tangan.
Pabrik HTC di Pudong New Area, Shanghai itu mulai beroperasi pada tahun 2009. Saat itu HTC menginvestasikan dana sekitar USD 32,3 juta untuk membangun pabrik seluas 146 ribu meter persegi tersebut, yang bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menyebut akan mengurangi biaya produksi sebesar 35%, termasuk mengurangi jumlah pekerjanya sebanyak 15%. PHK itu akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2015 ini.
Dalam laporan keuangannya Q2 2015, HTC mencatatkan kerugian operasional sebesar USD 161 juta, dan kerugian bersih sebanyak USD 252 juta, dari total pendapatan sebanyak USD 1,01 miliar. Untuk Q3 2015, pendapatan HTC diperkirakan akan terus menurun, mencapai USD 600-695 juta.
"Kami secara aktif mengejar pengembangan di berbagai bagian selain smartphone. Kami juga membutuhkan tenaga kerja yang sangat fleksibel dan bertenaga, untuk memastikan kami bisa menggenggam bermacam kesempatan dan keunggulan di bidang kehidupan cerdas yang terhubung," ujar bos HTC Cher Wang.
(asj/ash)