Sistem operasi Windows telah jadi sasaran pembajakan sejak lama, begitu pun Windows 10 yang berpeluang mengalami nasib serupa. Petinggi Microsot Indonesia tak memungkiri hal ini dan mengatakan penggunaan versi bajakan akan sangat merugikan penggunanya.
Ketika ditanyakan soal fitur anti bajakan yang dimiliki oleh Windows 10, secara diplomatis Lucky Gani selaku Windows Business Group Lead Microsoft Indonesia hanya mengatakan tak ada negara yang sanggup lolos dari persoalan pembajakan.
βLagipula pakai bajakan itu sangat merugikan, misalnya file pribadi yang tersimpan menggunakan versi bajakan bisa corrupt atau rusak. Selain itu keamanannya juga tak terjamin,β ujar Lucky, di Ritz Carlton, Kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (29/7/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi sebenarnya fitur anti bajakan ini sudah sejak lama diimplementasikan oleh Microsoft. Dengan munculnya penanda tersebut, pengguna tak akan bisa merasakan update yang dihadirkan oleh Microsoft .
Lantas apakah artinya tak ada improvisasi di fitur anti bajakan Windows 10? Soal ini sepertinya harus dikonfirmasi lebih lanjut lagi. Karena bila benar tak ada peningkatan signifikan di fitur anti bajakan Windows 10, sangat mungkin OS terbaru Microsoft ini akan bernasib sama dengan OS Windows versi-versi sebelumnya. Atau kasarnya, berarti Windows 10 siap untuk dibajak!
(yud/ash)