Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, saat meresβmikan pabrik ponsel dan tablet PT Samsung Electronics Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (16/6/2015).
"Tenaga kerja mencapai sekitar 972 orang, yang berarti perusahaan ikut memberikan kesempatan penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak, sekaligus memberikan andil dalam peningkatan pengembangan sumber daya manusia serta kesejahteraan masyarakat," papar Saleh.
Dia mengatakan, pabrik ponsel Samsung senilai Rp 260 miliar ini diharapkan terus berlanjut pada tahapan awal, ini yaitu proses perakitan dalam bentuk Semi Knock Down (SKD), akan berlanjut dalam bentuk Completely Knock Down (CKD), dan juga bentuk Surface Mount Technology (SMT).
"Kita harapkan secepatnya bisa terealisasi," tuturnya.
Saleh juga mengharapkan, investasi Samsung ini bisa memicu pabrik-pabrikan telepon seluler lain di luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia. Karena pasar telepon seluler di Indonesia masih sangat besar.
"Dengan demikian diharapkan industri telepon seluler di dalam negeri terus berkembang dan berperan penting dan menjadi bagian dari supply chain produk telepon seluler dunia," tutupnyaβ.
(zul/ash)