Salah satu strategi sukses Xiaomi adalah menjual ponsel secara terbatas melalui internet. Beberapa vendor mulai meniru strategi tersebut, kemungkinan termasuk Samsung yang saat ini masih memimpin pasar.
Dikutip detikINET dari Korea Herald, Rabu (25/3/2015), Samsung kabarnya berencana menjual ponsel secara online langsung pada konsumen di negara-negara berkembang. Hal ini dalam rangka menekan biaya sekaligus membendung sepak terjang dari vendor asal China seperti Xiaomi.
"Jika Samsung bisa menjual lebih banyak smartphone melalui channel online, mereka bisa menghemat banyak biaya. Ini juga bagus bagi konsumen karena Samsung mungkin menyediakan lebih banyak diskon," kata sumber dari kalangan suplier komponen Samsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu poin yang menarik adalah bahwa Xiaomi hanya menjual handset melalui website-website resmi. Eksekutif Samsung meyakini kalau strategi itulah yang membantu produsen China itu melesat dalam waktu singkat," kata sumber tersebut.
Tapi strategi penjualan online ini sepertinya hanya akan dilakukan di negara berkembang dan handsetnya pun kategori menengah ke bawah. Pasalnya di negara maju seperti Amerika Serikat, Korea Selatan atau kawasan Eropa penjualan mayoritas dilakukan melalui operator.
Kawasan Asia Pasifik sendiri semakin penting bagi para produsen smartphone sehingga persaingan di sana makin panas. Tahun 2014, kawasan ini menyumbang 53% dari pengapalan smartphone global.
(fyk/fyk)