Tahun lalu, ketika BlackBerry dikabarkan akan dijual, sejumlah nama perusahaan China muncul ke permukaan sebagai pembelinya. Baru-baru ini BlackBerry mengaku ogah menjadi pocin alias ponsel China.
CEO BlackBerry John Chen menyebutkan, diskusi apapun yang berhubungan dengan perusahaan China tidak akan mencapai kata kesepakatan, berkaitan masalah keamanan.
"Kami tidak akan membiarkan perusahaan China mengakuisisi BlackBerry karena alasan hukum di negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat," kata Chen seperti dikutip dari eWeek, Senin (8/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaitan dengan isu akuisisi, Lenovo adalah nama yang disebut-sebut paling serius dikabarkan sangat tertarik mengakuisisi BlackBerry. Para investor rupanya menyambut baik kabar tersebut sehingga harga saham BlackBerry naik cukup tinggi saat pemberitaan tersebut gencar.
(rns/ash)