Bila produsen lain seperti Qualcomm, MediaTek, dan Samsung lebih memilih menggunakan prosesor berbasis ARM, Intel lebih memilih bertahan dengan prosesor x86 buatannya sendiri untuk masuk segmen mobile.
Alhasil, diperlukan effort tambahan dari Intel agar vendor mau menggunakan prosesornya. Salah satunya adalah dengan cara melakukan subsidi bagi tiap perangkat yang menggunakan prosesor Intel, yang dalam hal ini adalah tablet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Metode subsidi Intel ini sebenarnya bisa dibilang berhasil. Tak sedikit vendor yang berlomba-lomba membuat tablet Android Intel karena iming-iming itu. Namun di sisi lain, subsidi yang dilakukan Intel juga telah banyak menguras keuntungannya. Sehingga seperti detikINET kutip dari Ubergizmo, Intel disebut memutuskan untuk mencabut subsidinya.
βDiharapkan pencabutan subsidi tablet di tahun 2015 (oleh Intel) akan bisa menurunkan tingkat kerugiannya, tapi juga bisa menumpulkan momentum Intel di segmen tablet cukup signifikan,β ujar Joseph Moore, analis Morgan Stanley, menanggapi keputusan Intel tersebut.
(yud/ash)