Sebab, kemampuan 16 MP masih belum diimbangi dengan kinerja sensor CMOS 1/2.3 dengan baik. Saat dicoba, kualitas video yang dihasilkan tidak begitu maksimal.
Test drive HTC RE dilakukan di New York, sehari setelah peluncurannya di kota yang sama. HTC RE diajak merekam adegan penari balet dalam ruangan Studio 450. Cahaya saat itu terbilang melimpah meski di dalam ruangan karena kaca jendela yang super besar dan transparan.
Selain itu juga sempat merekam landscape kota New York dari studio yang berada di rooftop gedung di lantai 45 tersebut. Hasilnya, video di outdoor lebih baik dibandingkan indoor meski kualitasnya masih perlu peningkatan.
Performa video HTC RE agak terobati dengan kemampuan kamera fotonya. Ia mampu menghasilkan gambar yang bisa diandalkan untuk indoor maupun outdoor. Foto HTC RE mampu menangkap warna dengan teliti, contrast dan brightness yang menarik dan ketajaman yang berkualitas.
Lensa lebar HTC RE yang menjangkau lebih luas tidak menimbulkan distorsi berlebihan seperti pada hasil videonya. Memotret selfie dengan HTC RE tanpa bantuan tongsis alias tongkat narsis tetap menarik.
Terlepas dari plus minus tersebut, HTC RE patut diapresiasi karena dengan tenaga baterai 820 mAh, mampu mengambil gambar ukuran 16MP sebanyak 1.200 foto/frame. Kalau untuk video, kuat merekam hingga 1 jam 40 menit dengan kualitas HD 1080p.
Kelebihan lain yakni memori internal 8GB dan slot kartu microSD yang bisa diekspansi hingga 128 GB. Kamera ini juga bisa terkoneksi Wi-Fi 802.11 a/b/g/n dan Bluetooth 4.0.
Dua fitur yang terakhir dapat digunakan untuk menghubungkan HTC RE dengan smartphone sehingga memudahkan untuk berbagi dan sinkronisasi foto dan video. Kamera ini juga bisa terkoneksi dengan aplikasi multimedia HTC Zoe.
(ash/ash)