Ada kabar mengejutkan dari Microsoft selain Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran. CEO Microsoft Setya Nadella juga mengumumkan bakal mengakhiri proyek Nokia X.
X sendiri adalah keluarga dari divisi mobile Nokia setelah NokiaΒ dan Asha. Memanfaaatkan keterbukaan sistem operasi Android, boleh dibilang inilah handset pertama yang berbasis Android dari mantan raja ponsel dunia itu.
Sayangnya, usia Nokia X hanya seumur jagung. Bahkan boleh dibilang, umurnya tidak sampai setahun, sejak pertama kali diumumkan di Mobile World Congress 2014, di Barcelona.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengembangan ponsel Android Nokia memang dilakukan sebelum proses akuisisi Microsoft selesai. Kini, Microsoft sudah memastikan tidak akan lagi membuat ponsel berbasis Android dan fokus sepenuhnya ke Windows Phone.
Walaupun bakal tamat dalam waktu cepat, Nokia X juga meninggalkan cerita menarik. Berikut detikINET rangkumkan dari berbagai sumber, Jumat (18/7/2014).
1. Tarik Ulur Nokia Android
|
|
Wajar gonjang ganjing ini muncul, mengingat Linux merupakan akar dari sistem operasi Android yang memang merupakan platform terbuka alias open source.
Namun tak lama setelah spekulasi ini menyeruak, Nokia langsung membantahnya. Perusahaan itu menjelaskan adanya salah informasi terkait iklan lowongan pekerjaan yang mereka buat.
Iklan itu bukan ditujukan untuk mengembangkan handset Android, melainkan untuk tim dalam mengembangkan Nokia Here, sebuah aplikasi peta yang sudah ada di iOS dan Android.
Saat itu, harapan melihat Nokia akan menggunakan Android pupus sudah.
|
|
Ketiga ponsel itu menjalankan software Android yang dikustomisasi total sehingga penampilannya cukup jauh berbeda dari ponsel Android besutan vendor lain. Ketiganya dirancang mampu menjalankan aplikasi Android dan layanan dari Nokia.
"Ponsel ini berbasis AOSP (Android Open Source Project). Dengan AOSP, kami mengambil manfaat dari ekosistem aplikasi Android, namun kami menambahkan pengalaman yang berbeda dari kami sendiri," jelas Executive Vice President Nokia saat itu, Stephen Elop.
Layanan Nokia dan Microsoft seperti Here, MixRadio, Skype dan Outlook akan ditambahkan di ketiga model ponsel tersebut. Sedangkan untuk mengunduh aplikasi, disediakan Nokia Store dan toko aplikasi pihak ketiga yang lain.
3. Android Rasa Windows Phone
|
|
Seluruh perangkat juga hadir dengan fitur Fastlane, layar yang memudahkan pengguna untuk berpindah aplikasi favorit mereka dengan lebih mudah. Pengguna juga dapat mengakses aplikasi yang telah dikurasi dan dites melalui Nokia Store.
Selain itu, pengguna juga dapat mengakses layanan unik Nokia termasuk Here Maps online dan offline secara gratis, navigasi turn-by-turn dari Here Drive dan gratis Nokia MixRadio untuk streaming musik dan download playlist.
Semua perangkat juga sudah menyediakan aplikasi dan games pihak ketiga, seperti Plants vs. Zombies 2, Viber, Vine, Twitter, dan Path.
Rangkaian produk Nokia X juga memberikan layanan popular dari Microsoft, termasuk layanan cloud gratis menggunakan OneDrive.
Setiap pembelian rangkaian produk smartphone Nokia X di market tertentu, pengguna akan mendapatkan layanan berlangganan Skype Unlimited World yang dapat digunakan untuk melakukan panggilan internasional ke nomor lokal di lebih dari 60 negara dan nomor mobile di 8 negara.
4. Nokia X Disambut Meriah
|
|
Situs jual online di negara itu, JD.com, mengaku berhasil menjual Nokia X bak kacang goreng. Bagaimana tidak, stok Nokia X ludes dalam waktu kurang dari empat menit!
Sayangnya, JD.com tidak membeberkan berapa unit Nokia X yang mampu terjual dalam waktu beberapa menit saja. Calon pembeli yang ingin memboyong pun diminta kembali melakukan antrean pada 31 Maret nanti.
Berdasarkan postingan akun resmi Nokia di jejaring sosial China Weibo, sebanyak 1 juta unit handset Nokia X laris dipesan. Nokia di China mulai membuka pre-order sejak beberapa hari lalu dengan harga 599 yuan atau sekitar Rp 1,1 juta.
Di Indonesia pun sambutan yang diterima Nokia X sejatinya tak kalah ramai. Antrean yang mengular di mal Central Park, Jakarta Barat menjadi buktinya.
Bahkan beberapa pengguna mengaku kesulitan untuk menemukan Nokia X di counter-counter penjual ponsel.
5. Pakai Android, Nokia Bikin Kecewa Petinggi Microsoft
|
|
"Nokia yang segera menjadi milik Microsoft dan mengadopsi Android hampir seperti sebuah pengakuan akan kegagalan," kata Ben Wood, analis CCS Insight. Dengan Nokia mengadopsi Android, Windows Phone bikinan Microsoft yang selama ini dipakai Nokia terkesan kurang berhasil dibanding Android.
"Saya yakin keputusan itu adalah karena Nokia merasa hanya ada sedikit pilihan yang ada, mengingat dominasi Android di sektor ponsel dan aplikasi, khususnya di pasar negara berkembang," lanjutnya.
"Pasar smartphone murah menjadi kesempatan yang sangat besar dan akhirnya Nokia harus memakai software dari rival yakni Android," tambah Wood.
6. Tanggapan Bos Android Soal Nokia X
|
|
"Ini membuktikan bahwa Android adalah sistem operasi yang bisa dipakai oleh siapa saja, benar kan?" kata Sundar Pichai, Senior vice president Android and Chrome, sembari tertawa.
Pichai sendiri mengetahui bahwa Nokia X adalah ponsel Android yang berbeda dengan kebanyakan 'robot hijau' lainnya. Sebab ponsel ini sama sekali tidak dilengkapi dengan layanan Google, semua diganti dengan milik Microsoft.
Hal ini memang sedikit aneh, sampai-sampai pria kelahiran India itu pun tak mengerti apa yang dipikirkan Microsoft saat membuat Nokia X.
"Saya benar-benar tidak mengerti," kata Pichai.
7. Tamat dengan Cepat
|
|
Artinya, model Nokia X dan variannya akan menjadi ponsel terakhir Nokia yang berbasis Android. Sedangkan Nokia X2 yang belum lama ini diumumkan belum jelas nasibnya, apakah tetap akan dijual atau tidak.
Model Nokia X kemudian akan jadi bagian dari Lumia dan akan menjalankan sistem operasi Windows Phone. Sedangkan model Nokia X berbasis Android yang sudah beredar saat ini dan digunakan konsumen, dijanjikan tetap akan mendapat dukungan penuh.
"Kami berencana membuat perangkat Lumia harga rendah dengan menggeser desain Nokia X masa depan menjadi perangkat Windows Phone. Kami berharap bisa melakukan hal ini secepatnya sambil tetap menjual dan mendukung produk Nokia X yang sudah eksis," kata Stephen Elop, kepala divisi mobile Microsoft.
Pengembangan ponsel Android Nokia memang dilakukan sebelum proses akuisisi Microsoft selesai. Kini, Microsoft sudah memastikan tidak akan lagi membuat ponsel berbasis Android dan fokus sepenuhnya ke Windows Phone.
(tyo/ash)