Selasa, 01 Jul 2014 10:11 WIB

Serba-serbi Charging

Waspada! Bahaya Charger KW

- detikInet
Ilustrasi (gettyimages) Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta - Perlengkapan gadget seperti charger dan baterai kerap lebih cepat rusak. Kalau beli yang baru dan original pabrikan, harganya memang mahal dan terkadang pengguna merasa harus berpikir dua kali untuk membelinya.

Charger KW atau non original pun menjadi pilihan. Pertimbangan harga jelas menjadi daya tariknya. Harga charger, baterai dan berbagai perlengkapan gadget KW memang lebih ramah kantong. Tapi... waspadalah, ada bahaya mengintai di baliknya.

Dikatakan gadget enthusiast Lucky Sebastian, bagi pabrikan perangkat, charger adalah komponen yang cukup krusial. Jika tidak dibuat dengan baik, bisa jadi malah merusak gadget.

"Akibatnya adalah kerugian lebih besar dari pabrik, karena device akan mudah rusak dan membuat dana yang disiapkan untuk garansi semakin besar. Belum lagi menyangkut nama baik brand," paparnya kepada detikINET, Selasa (1/7/2014).

Charger asli dari pabrik, dikatakannya sudah melewati serangkaian pengujian dan sertifikasi. Di charger original, biasanya ada lambang-lambang sertifikasi. Misalnya, huruf CE yang dimaksudkan dibuat sesuai dengan regulasi standar di Eropa. Ada juga beberapa ikon lain sebagai penanda telah mengikuti aturan.

"Charger KW bisa saja ada yang dibuat bagus, punya standar keamanan, tapi seringkali dibuat mengejar biaya murah. Charger yang murah ini yang seringkali membuat orang malas membeli charger original, karena perbedaaan harganya besar," ujarnya.

Untuk menekan biaya pembuatan charger murah, banyak komponen di dalam charger yang seharusnya untuk keamanan, kestabilan dan daya tahan, dihilangkan. Yang penting saat diuji bisa mengisi ulang baterai. Apalagi dibuat serupa dengan charger original lengkap dengan lambang-lambang sertifikasinya.

"Akibatnya, charger KW seringkali membuat device lebih mudah rusak karena arus yang dialirkan tidak stabil, dan tidak punya pengaman arus di dalamnya. Juga berisiko terhadap sengatan listrik pada device atau terbakar," simpulnya.




(ash/ash)
Ilustrasi (gettyimages)
Ilustrasi (gettyimages)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed