Seiring perkembangan teknologi, smartphone pun makin banyak yang dibekali prosesor quad core. Vendor ponsel mungkin mengiklankan bahwa performa ponsel quad core pasti gahar, tapi nyatanya ada ponsel dengan spek biasa saja juga bagus performanya. Jadi bagaimana penjelasannya?
Kebanyakan smartphone quad core berbasis Android. Sedangkan iPhone yang memakai iOS serta Windows Phone belum atau malah tidak menerapkannya. Mengapa begitu?
"Saat ini ada tiga platform smartphone utama, yaitu Android, iOS dan Windows Phone. Jika Anda melihat iOS, Apple tak bicara banyak soal spesifikasinya. Perusahaan ini lebih mengutamakan pengalaman pemakaian yang bagus ketimbang spek impresif," tulis Chandrakant Isi, pengamat teknologi dari TechTree.
"Hampir semua ponsel Android unggul speknya ketimbang iPhone di atas kertas. Namun meski ada embel-embel prosesor gahar, ponsel Android kadang ngelag. Sedangkan iPhone menghantarkan pengalaman pemakaian yang lancar," tambahnya.
Menurut dia, Microsoft juga tidak terlalu jor-joran soal spesifikasi. Sebut saja Lumia 1020 di kategori high end, hanya memakai prosesor dual core. Chandrakant memaparkan, hardware yang bagus saja tidak cukup untuk menyediakan performa hebat. Dibutuhkan optimalisasi software.
"Android hebat dalam soal fleksibilitas. Tapi seperti software open source yang lain, platform ini tidak dioptimalisasi. Dan karena bebas digunakan setiap orang, tidak banyak yang bisa dilakukan Google soal ini," demikian argumennya.
"Karena masalah di software (Android-red) belum terselesaikan, maka manufaktur tak punya pilihan selain menyertakan prosesor powerful. Jadi memang hardware powerful bisa meningkatkan user experience. Tapi tidak berarti karena sebuah ponsel punya prosesor powerful, ia akan bekerja dengan hebat," pungkas dia.
Tapi saat ini, banyak yang menilai performa OS Android semakin bagus, khususnya di kelas high end. Model Google Nexus misalnya, dipuji operasionalnya yang smooth, mungkin karena OS Android yang diusungnya murni desain Google.
(fyk/ash)