Menurut raksasa chip ini, wearable gadget justru lebih bermanfaat ketika hadir dalam bentuk apparel. Sebuah wearable gadget seharusnya langsung dapat dimanfaatkan oleh tubuh pengguna, jadi tak sebatas perangkat yang fancy.
Memang desain ciamik mutlak diperlukan untuk memikat konsumen, namun fungsi dasar sebuah wearable gadget juga harus ditonjolkan.
Yang dimaksud Intel melalui Tom Foldesi, BD Director of New Devices Group adalah sebuah wearable gadget harusnya diciptakan berdasarkan kebutuhan konsumen agar kegunaannya dapat langsung dirasakan.
“Mengandalkan teknologi cloud, bayangkan sebuah jaket pintar ataupun tas pintar yang dibekali teknologi geo-fencing sehingga kita dapat dengan mudah mengetahui keberadaan anak-anak kita,” ujarnya di sesi media roundtable on wearable pada sela-sela acara Computex 2014 yang dihadiri detikINET di Taipei.
Itu contoh kecil, Foldesi lebih jauh menjelaskan dunia olahraga yang akan paling merasakan kehadiran apparel pintar.
Sebagai contoh sebuah sepatu pintar akan dapat mengkalkulasi data kecepatan pelari secara real time, sekaligus mengetahui detak jantung dan juga perspiration rate.
Dengan wearable gadget semacam ini, Foldesi meyakini pengguna bakal terbantu menemukan cara terbaik melatih dirinya, dengan cara yang hampir tak terpikir sebelumnya. Selain itu, ia juga mengatakan peluang di segmen ini juga masih minim kompetisi.
“Kami akan menghadirkan perangkatnya (wearable gadget-red),” imbuhnya.
Menyoal desain, Intel sepertinya juga tak main-main. Agar dapat memikat konsumen lewat desainnya, Foldesi bahkan sesumbar Intel telah menggandeng fashion desainer ternama sekelas Nike dan Oakley untuk menyodorkan desain terbaik.
"(Kami harap wearable gadget-nya) akan hadir pada kuartal selanjutnya,” Foldesi menandaskan.
(ash/ash)