Ya, Apple dan Samsung memang mengklaim bahwa pemindai sidik jari pada ponsel andalan mereka bisa menjadi solusi aman bertransaksi di dunia maya. Tapi hal itu diragukan oleh Profesor Willy Susilo dari Universitas Wollongong, Australia.
Profesor bidang ilmu komputer dan engineering perangkat lunak asal Surabaya itu mengklaim bahwa, teknologi fingerprint milik Apple dan Samsung itu dapat dengan mudah dibobol peretas. Jadi belum bisa dikatakan aman untuk bertransaksi perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti detikINET kutip dari BGR, Senin (21/4/2014), daripada menggunakan pemindai sidik jari Willy menilai akan lebih aman memakai pemindah retina pada ponsel, atau bisa juga dengan teknologi pembuluh darah.
-. Komparasi Galaxy S5 vs Galaxy S4
-. Segudang Fitur Samsung Galaxy S5
-. Galaxy S5 Unjuk Pesona
-. Fitur Dahsyat yang Tak Terbukti di Galaxy S5
-. Ponsel Kloningan Goophone: iPhone 5S Sampai Galaxy S5
(eno/ash)