Waze sendiri memang menjadi salah satu aplikasi navigasi sosial yang populer di Tanah Air. Dengan Waze, para pengendara kendaraan bermotor di suatu wilayah dapat saling berbagi info jalan dan lalu lintas yang akurat dan aktual, sehingga dapat sama-sama menghemat waktu di perjalanan dan penggunaan bahan bakar.
Menurut Head Evangelist Waze, Julie Mossler, saat ini di Indonesia ada 750 ribu pengguna yang aktif menggunakan Waze. Indonesia juga menjadi negara 10 besar dari total 200 negara yang dicakup layanan milik Google itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waze bisa dijadikan pendamping selama berkendara. Cukup dengan mengemudikan kendaraan sambil membuka aplikasi Waze di ponsel mereka, para pengendara kendaraan bermotor secara otomatis telah berkontribusi pasif pada data real-time (aktual) di peta.
Aplikasi ini juga mampu mengalihkan rute jalan bagi kendaraan lain, jika terjadi kecelakaan atau kemacetan parah di suatu ruas jalan.
Para pengendara kendaraan bermotor juga dapat dengan mudah memilih rute yang paling cepat dan navigasi suara di dalam bahasa lokal, termasuk Bahasa Indonesia akan mengantar para pengemudi mencapai tujuannya, dengan selamat.
"Semakin banyak pengendara kendaraan bermotor yang menggunakan Waze, maka setiap rute jalan akan semakin akurat dan bisa ditempuh lebih cepat," jelas Mossler dalam keterangan yang diterima detikINET, Jumat (21/11/2013).
Saat diakuisisi Google pada Juni 2013, Waze telah digunakan oleh lebih dari 50 Juta pengendara kendaraan bermotor di dunia dan angka ini pun terus tumbuh.
(eno/ash)