Dalam acara Windows on Location di Kuta, Bali, yang berlangsung 14-15 November 2013, Business Group Head Windows Division Microsoft Indonesia Lucky Gani memaparkan, pengguna Windows terdiri dari kalangan enterprise, consumer umum, government dan education atau para pelajar.
"Masing-masing punya timeline. Misalnya enterprise, mereka sudah punya roadmap kapan migrasi. Kenapa? Mereka gak semena-mena mindahin langsung ke Windows 8 misalnya, gak segampang itu. Untuk enterprise memang lebih terpediksi karena mereka terjadwal," terang Lucky.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama menurutnya berlaku juga pada segmen konsumen lain. Kalangan consumer umum, dikatakan Lucky biasanya bergantung pada rentang device utilization.
Mengutip sebuah survei, masa penggunaan perangkat konsumen di Indonesia biasanya 36 bulan. "Jadi kalau untuk konsumen adalah kapan dia akan membeli device," kata Lucky.
Lain lagi halnya dengan kalangan pelajar. Biasanya, mereka akan terdorong untuk migrasi OS setelah ada campaign OS tersebut atau menjelang tahun ajaran baru.
Segmen terakhir yakni pemerintah, hampir sama dengan kalangan enterprise yang juga bisa terprediksi. "Karena biasanya mereka ada tender yang mengurusnya, sudah terjadwal," kata Lucky.
Ditanya mengenai prediksi kapan kira-kira waktu booming migrasi ke Windows 8 dan Windows 8.1 ini, Lucky mengatakan saat Windows 8 dirilis, situasinya berbeda dengan OS sebelumnya baik dari segi hardware maupun pasarnya.
Dengan gencar melakukan berbagai campaign dan mengerahkan strategi marketing mereka, Lucky optimistis bahwa meski perlu waktu, lambat laun akan semakin banyak pengguna yang bermigrasi ke Windows 8 dan Windows 8.1.
"Kapan booming-nya, itu seiring waktu. Waktu peak time akan seiring berjalan," tutup Lucky.
(rns/ash)