Apple belum mengatakan berapa banyak unit iPhone 5C yang sudah laku dipesan pada hari pertama pre order. Banyak yang menduga, bahan plastik dan banderol yang masih kelewat mahal membuat konsumen tak berminat membelinya.
Di sisi lain, sejumlah analis memperkirakan Apple kemungkinan menerima sebanyak 2,2 juta unit pre order iPhone terbarunya tersebut di hari pertama. Namun prediksi ini tidak merinci porsi masing-masing untuk iPhone 5C dan iPhone 5S.
iPhone 5S diperkirakan mendapatkan sambutan hangat. Dengan fitur premium seperti sensor sidik jari dan prosesor 64 bit, iPhone 5S lebih tinggi 'kastanya' dibandingkan iPhone 5C. Sementara itu, antusiasme terhadap iPhone 5C tampaknya gagal memenuhi harapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampaknya antusiasme konsumen yang semula menantikan dengan tak sabar kehadiran iPhone murah, padam seketika setelah iPhone 5C dirilis. Sebutan iPhone 'murah' tak terbukti mengingat Apple membanderolnya dengan harga yang masih terbilang mahal.
Satu-satunya daya tarik iPhone 5C adalah casing plastiknya yang berwarna-warni. Calon pengguna tentunya berpikir akan lebih menguntungkan memilih iPhone 5S yang jelas 'premium'. Merilis dua iPhone baru sekaligus pun dinilai analis aneh bagi konsumen karena sebelumnya Apple belum pernah melakukannya.
(rns/tyo)