Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Nokia Banyak Diminati, Tapi Kemahalan untuk Diakusisi

Nokia Banyak Diminati, Tapi Kemahalan untuk Diakusisi


- detikInet

CEO Nokia Stephen Elop dan CEO Microsoft Steve Ballmer (Wired)
Jakarta - Keinginan Microsoft yang santer dikabarkan ingin membeli Nokia tampaknya harus pupus. Sebabnya, raksasa software ini menilai nilai Nokia terlalu mahal.

Menurut sumber yang didapat Wall Street Journal dan dilansir dari PC Authority, Jumat (21/6/2013), Microsoft terpaksa mundur dari usahanya mengambil alih Nokia, karena pengajuan harga yang dirasa tak masuk hitung-hitungan mereka.

Sumber itu memang tak menyebutkan angka pasti berapa Nokia mengajukan harga perusahaannya. Namun diperkirakan, harga perusahaan berbasis di Finlandia itu bernilai USD 14,3 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desas-desus menyebutkan, keuntungan Nokia yang setengahnya berasal dari penjualan handset juga tak sebanding dengan harga jual yang ditawarkan.

Gartner mencatat, penjualan Nokia yang terus lesu membuatnya menyusut hingga 20% pada triwulan pertama tahun 2012 hingga akhirnya 15% di tahun kemudian.

Antara Microsoft dan Nokia selama ini memang dikenal memiliki hubungan mesra tak tertulis. Apalagi setelah CEO Nokia Stephen Elop merupakan jebolan Microsoft.

Elop yang berambisi membawa kembali kejayaan Nokia, sampai rela mendepak Symbian dan menggantinya menjadi Windows Phone yang notabene adalah besutan Microsoft.

Nama Microsoft memang bukan satu-satunya yang melirik Nokia. Sebelumnya, perusahaan telekomunikasi asal China, Huawei, turut dikabarkan meminatinya.

Tapi hal tersebut langsung dibantah oleh pihak Huawei, yang lebih mengedepankan bermitra secara terbuka, tapi bukan melalui akuisisi.


(tyo/fyk)





Hide Ads
LIVE