Demikian diungkapkan Eka Anwar, Director and Chief Marketing Officer PT Bakrie Telecom Tbk saat merilis bundling ponsel MOVI C11. Ponsel ini menyasar segmen pengguna yang membutuhkan layanan voice dan SMS dengan tarif murah.
"Revenue dari layanan data cukup tinggi di akhir kuartal keempat 2012 lalu, tapi tetap saja yang memberikan revenue terbesar sampai saat ini masih dari layanan voice dan SMS," paparnya di Jakarta, Rabu (19/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ponsel ini menawarkan fitur FM Radio dengan loudspeaker, layar berwarna TFT 65 ribu warna 128x160 pixels, waktu siaga selama 8 hari, dan waktu bicara 3 jam. Selain itu juga ada alarm, kalender, note, stopwatch, kalkulator, world clock dan torch.
Dalam bundling ini, Esia menawarkan bonus isi ulang selama enam bulan dimulai dari pertama kali nomor Esia diaktifkan dengan minimal isi pulsa sebesar Rp 10 ribu. Pada tiga bulan pertama pelanggan akan mendapatkan bonus isi ulang sebesar 50%, dan di tiga bulan kedua bonus isi ulangnya sebesar 100%.
"Kalau ditanya targetnya, saya hanya bisa jawab sebanyak-banyaknya. Namun yang pasti, di tengah tingginya permintaan layanan data dan ponsel pintar di Indonesia, layanan voice dan SMS ternyata masih belum ditinggalkan oleh masyarakat," kata Eka.
General Manager PT Bintang Mahameru Utama, Wilson Wijaya menambahkan, MOVI C11 sudah dipasok di outlet-outlet ponsel di area Jabodetabek, Banten, Jawa Barat dan Surabaya mulai pekan ini.
Hingga akhir kuartal pertama 2013, Bakrie Telecom mencatatkan angka 11,4 juta untuk jumlah pelanggan Esia. Turun dari angka di akhir 2012 yang mencapai 11,66 juta pelanggan.
Esia juga dilaporkan mengalami kerugian sebesar Rp 3,13 triliun di 2012. Nilai kerugian ini naik tinggi dibandingkan 2011 yang sebesar Rp 782 miliar. Sepanjang 2012, omzet atau pendapatan Esia mencapai Rp 2,97 triliun. Pendapatan ini turun 6,9% dibandingkan 2011 yang sebesar Rp 3,19 triliun.
Di tahun 2012, pendapatan dari bisnis voice berkontribusi sekitar 50,8% atau sebesar Rp 1,51 triliun. Sedangkan bisnis data tumbuh 142% dari Rp 143 miliar di tahun 2011 menjadi Rp 346 miliar di akhir 2012.
Meski demikian rata-rata pendapatan per pelanggan (blended ARPU) Bakrie Telecom pada 2012 mengalami kenaikan dari Rp 20 ribu per bulan menjadi Rp 21 ribu per bulan.
(rou/fyk)