Ponsel iPhone buatan Apple masih populer dan membukukan keuntungan yang stabil. Namun harganya yang selalu mahal dinilai bisa menjadi bumerang bagi Apple di masa depan.
"Pangsa pasar Apple memang stabil dan terus membukukan dua pertiga dari semua profit yang dihasilkan oleh penjualan di industri ponsel," ucap Benedict Evans, analis di Enders Analys.
Namun demikian, ia menilai tidak selamanya konsumen akan berminat dengan iPhone yang harganya premium. Terlebih saat ini, kian banyak kompetitor yang menghadirkan handset dengan harga lebih masuk akal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan Apple dahulu selalu menunjukkan pertumbuhan sekitar dua kali lipat. Namun di tahun 2012, pertumbuhannya melambat di kisaran 40% dari tahun sebelumnya.
Analis menilai perlambatan tersebut adalah pertanda Apple sudah mencapai batas kemampuan dalam menumbuhkan penjualan ponsel dan tablet dengan harga tinggi.
Maka isu iPhone dengan harga murah pun makin gencar karena dinilai hanya dengan jalan ini, Apple tetap bisa mempertahankan pangsa pasarnya.
(fyk/tyo)