Demi memikat konsumen, banyak dari vendor berlomba-lomba menciptakan desain smartphone yang tak sekedar unik tapi juga memberikan banyak fungsi.
Sayangnya, tak semua desain ponsel pintar ini mampu membuat konsumen tertarik untuk membelinya. Malah yang terjadi adalah, ponsel ini menjadi 'bencana' bagi si vendor, karena gagal total di pasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kyocera Echo
|
|
Termasuk saat meluncurkan Kyocera Echo.
Canggih memang, dua layar sentuh Echo yang masing-masing seukuran 3,5 inch dapat beroperasi sendiri-sendiri ataupun saat bersamaan.
Jadi, pengguna dapat mengakses sebuah aplikasi di layar yang satu dan menjalankan aplikasi berbeda di layar kedua. Misalnya sembari nonton video YouTube di layar atas, user dapat mengakses Twitter di layar yang bawah.
Β
Sayangnya, ponsel berbasis Android 2.2 ini gagal karena banyak aplikasi yang bekerja di ponsel dual layar ini. Khususnya saat digunakan untuk dua layar sekaligus.
2. HP Veer
|
|
Tak ada yang salah memang, ketika HP Veer ini mengusung layar 2,6 inch. Apalagi saat itu, bodi yang kecil masih dibilang trendi.
Namun yang jadi permasalahan, dengan ukuran teralalu kecil, pengguna mengalami kesulitan bahkan untuk menyentuh layarnya.
Memang, tambahan papan ketik qwerty fisik sangat membantu. Tapi tetap saja ini membuat fungsi touchscreen menjadi sia-sia.
Spesifikasi ponsel yang masih keluarga Palm Pre ini sebenarnya tak terlalu buruk. Dari sisi display, HP Veer mengusung layar 2,6 inch dengan resolusi 320x400 pixel.
Sementara kamera ponsel ini telah mencapai 5 megapixel dengan teknologi EDoF. Ponsel mungil ini juga dibekali internal memori sebesar 8 GB, akselorometer, serta sensor cahaya.
3. Nokia Lumia 620
|
|
Tapi tunggu dulu, di balik kesempurnaan tersebut ternyata Nokia Lumia 620 menyimpan masalah kecil yang berpotensi menyebabkan 'bencana'. Itu tak lain karena penempatan slot micro SIM.
Karena bentuknya yang simple, maka Lumia 620 dibuat seminimalis mungkin. Akan tetapi, beberapa pengguna mengeluhkan kebingungan mencari slot untuk menaruh kartu SIM.
Melepas baterai pun tetap tak akan mudah menemukan slot ini. Karena pada kenyataanya, slot ini tersembunyi dan perlu ketelitian untuk menemukan bagi pengguna baru.
4. iPhone 4
|
|
Maka agak mengherankan, ketika iPhone 4 pertama kali muncul malah sempat menjadi antiklimaks bagi sang pembesut.
Ya, sudah bukan rahasia lagi iPhone 4 menawarkan perubahan desain yang signifikan dari iPhone 3GS. Tak ada yang salah memang dari sisi desainnya, namun yang terjadi adalah salah satu komponennya bermasalah.
Komponen yang dimaksud adalah antena. Saat pertama kali meluncur, iPhone 4 banyak dikomplain karena masalah yang sama di penerimaan sinyal yang kacau.
Kejadian yang dikenal dengan Antena-gate ini bahkan sampai membuat Steve Jobs turun tangan dan membuat konferensi pers khusus, yang sebetulnya jarang dilakukan olehnya.
5. HTC Cha cha
|
|
Tak ada yang salah memang dengan tombol khusus tersebut. Namun lagi-lagi, smartphone dengan konsep papan ketik qwerty dan layar sentuh tak terlalu baik bila digabungkan.
Tetapi jika Anda akan mengorbankan ukuran layar untuk keyboard fisik, setidaknya dukungan terhadap modus landscape menjadi bahan pertimbangan.
(tyo/ash)