Selain merugikan konsumen, cukai itu juga mempengaruhi ke penjualan pelaku industri ponsel dalam negeri, salah satunya adalah PT Global Teleshop Tbk (GLOB) selaku emiten ritel ponsel di Indonesia.
Direktur Keuangan Global Teleshop Januar Chandra mengaku, wacana tersebut nantinya akan berpengaruh terhadap harga jual ponsel di pasaran yang juga berpengaruh terhadap angka penjualan perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait itu, dia mengatakan, pemerintah harus bisa lebih bijaksana dalam mengambil keputusan nantinya. Januar juga meminta, pemerintah tidak tebang pilih dalam pemberlakuan cukai terhadap produk-produk ritel.
"Pemerintah harus lebih bijaksana dalam mengambil keputusan apakah masyarakat mampu untuk itu. Memang pemerintah punya beberapa cara untuk mencari pendapatan salah satunya dari cukai tapi jangan pilih-pilih produk juga, jangan hanya hp tapi juga yang lain juga diberlakukan," ujarnya.
Namun, pihaknya juga mengaku setuju terhadap pemberlakuan cukai jika disesuaikan dengan produknya dan diberlakukan untuk semua produk.
"Ada tingkat kemampuan masyarakat dalam membeli produk termasuk HP. Kita ikuti pemerintah (soal cukai) tapi angkanya disesuaikan. Tergantung berapa nilai cukainya karena ini akan ditanggung oleh konsumen," kata Januar.
Emiten yang menjual ponsel Blackberry, Samsung, Apple, dan Nokia itu menargetkan penjualan sebesar Rp 3,5 triliun di tahun ini. Target tersebut bisa dicapai perseroan melalui strategi penjualan produk-produk yang diminati konsumen saat ini.
"Kita multiproduk, semua produk tapi yang paling diminati biasanya Blackberry, Samsung, dan Nokia. Strategi kita untuk target penjualan yaitu dengan menjual produk-produk yang diminati konsumen dan lebih support ke principle penjualan di Indonesia," tandasnya.
(ang/ash)