Jawabannya adalah tidak bisa! Menurut Matt Stewart, dari tim Corporate Communications BlackBerry Asia Pasifik, BlackBerry 10 membutuhkan perangkat atau hardware yang sesuai agar bisa berjalan optimal.
Dimana kemampuan ini dianggap tidak cocok dengan spesifikasi yang dimiliki seri BlackBerry yang sebelumnya telah beredar, sehingga terbatas hanya untuk menjalankan OS BlackBerry 7.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Entah bagaimana jika dipaksakan. Matt tidak mau berandai-andai, sebab dari pihak BlackBerry sendiri hal itu tidak direkomendasikan,
Alhasil, jika pengguna ingin mencicipi kesegaran yang dibawa BlackBerry 10 maka mau tak mau harus membeli handset BlackBerry paling anyar. Dalam hal ini baru ada dua model, BlackBerry Z10 dan Q10.
BlackBerry Z10 memiliki model full layar sentuh dengan display berukuran 4,2 inch. Sementara Q10 merupakan versi hibrid, dilengkapi dengan keyboard qwerty dan layar sentuh.
Kedua perangkat tersebut sama digeber dengan prosesor dual core 1,5 GHz Qualcomm Snapdragon. Adapun kameranya sudah 8 MP (bagian belakang) dan sudah mendukung 1080p HD video recording.
Untuk harga, bocoran yang didapat detikINET, untuk pasar Indonesia bakal dibanderol sekitar Rp 6,9 juta untuk seri Z10 pada akhir Februari mendatang.
(ash/fyk)