Skema membeli aplikasi dengan cara memotong pulsa bagi pengguna smartphone prabayar pertama kali diperkenalkan di Indonesia melalui Ovi Store dan BlackBerry App World. Sistem ini kembali diadopsi Nokia Windows Phone 8. Sejauh mana penetrasinya di Indonesia?
Dikatakan Revie Sylviana, GM Content dan Application Technolgy, Content dan New Bussines XL Axiata, sistem potong pulsa awalnya berjalan lambat karena belum banyak yang mengetahuinya.
"Tapi sekarang setelah edukasi. Kini jumlah downloadnya dengan sistem potong pulsa naik 10-15%," kata Revie, tanpa merinci berapa putaran uang yang dihasilkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja banyak pihak akan diuntungkan dengan sistem ini. Mulai dari developer, pihak vendor yang menggarap ekosistem dan operator dari sisi data dan keuntungan dari penjualan juga.
Sayangnya, saat disinggung berapa pembagian hasil yang ditawarkan antara ketiga belah pihak. Baik Nokia maupun XL enggan membeberkan lebih jauh.
"Kalau yang sudah-sudah porsi lebih banyak didapatkan oleh pihak developer. Jumlahnya sampai 70%," kata Mareta Head of Developer Nokia indoasia.
Ke depan, Nokia masih terbuka untuk menawarkan kerjasama sejenis kepada operator lain mengenai cara membeli aplikasi potong pulsa seperti ini.
(tyo/ash)