Awal kemunculannya, Google TV disebut-sebut sebagai sebuah ide cemerlang. Namun perlahan pamor smart TV ini meredup. LG punya ide baru, membuat smart TV berbasis platform open-source baru yakni webOS.
Ya, masih ingat webOS? Sistem operasi ini pernah dipakai Hewlett-Packard (HP) setelah vendor asal Amerika Serikat (AS) ini mengakuisisi Palm. Sayangnya, HP kemudian menendang 'bayi' barunya ini.
Keputusan HP untuk berhenti mengembangkan webOS dan tak lagi memproduksi perangkat dengan OS tersebut disayangkan banyak pihak. Banyak pula yang mempertanyakan, mengingat HP sudah mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk Palm dan webOS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah tantangan yang akan dihadapi LG antara lain ketersediaan aplikasi. Namun kabarnya, aplikasi seperti Netflix, YouTube dan Pandora sedang mengembangkan Enyo, framework berbasis HTML5 yang bergantung pada core webOS.
Tantangan lainnya adalah soal kecepatan booting. Perangkat webOS dikenal lambat melakukan start up. Tentu saja ini hal yang menyebalkan dalam sebuah perangkat apalagi TV.
Tim LG tengah berupaya membenahi masalah semacam ini untuk menyajikan produk terbaiknya.
(rns/tyo)