Nokia secara resmi memperkenalkan Asha 308 dan 309 sebagai jagoan baru mereka di Indonesia. Diklaim sebagai ponsel terjangkau namun stylish, namun bagaimana kemampuannya?
Asha 308 dan 309 memiliki tampilan yang identik, baik dari bentuk, ukuran dan berat keduanya nyaris tak ada beda. Perbedaan fisik terlihat pada Asha 308, di bagian kirinya terdapat sebuah slot SIM card yang bisa dicabut pasang dengan mudah.
Nokia menamakan fitur itu dengan easy swap, yakni memungkinkan pengguna untuk memasang kartu SIM kedua tanpa perlu mematikan ponsel terlebih dahulu. Cara ini diklaim lebih praktis dan cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampilannya menggunakan interface khas Symbian S40 dengan icon-icon yang terlihat nyentrik, dan di dalamnya sudah ada beberapa aplikasi sosial media, pemutar musik, dan navigasi peta.
Layar 3 inch yang diusungnya memang tidak mampu menampilkan resolusi tinggi atau warna cemerlang, namun patut diakui jika layar tersebut terasa cukup responsif.
Kedua ponsel tersebut juga sudah dilengkapi dengan Xpress Browser, yakni innternet browser besutan Nokia yang diklaim bisa mengkompresi data hingga 90%. Alhasil, berselancar di dunia maya pun semakin cepat dan mudah.
"Browser ini juga menguntungkan bagi operator, karena biaya internet yang semakin murah dan akses yang semakin cepat maka akan semakin banyak yang menggunakan internet," kata Timo Toikkanen EVP selaku Nokia Mobile Phone saat memperkenalkan Nokia Asha 308 & 309 di Four Season Hotel, Selasa (25/9/2012).
Spesifikasi yang tinggi memang bukan nilai jual dari Nokia Asha 308 & 309, namun justru dari sejumlah fitur yang dibawanya serta harga yang terjangkau, yakni di bawah Rp 1 juta. Tertarik?
(tyo/ash)