Djoko Agung selaku Sekditjen Aplikasi Telematika Kementerian Kominfo dan Plt. Direktur Pemberdayaan Industri Telematika, menantang RIM untuk membuktikan partisipasinya dalam gerakan Ekonomi Kreatif Indonesia dengan jelas dan terukur.
"Kami mengimbau RIM lebih aktif ikut membangun TIK di Indonesia, sehingga kita dapat benefit yang seimbang," kata Djoko yang hadir di acara BlackBerry 10 Jam World Tour di JW Mariott, Selasa (10/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia sampai saat ini masih menjadi pasar. Tiap tahun, 1 juta handset BlackBerry terjual di sini. Rasanya RIM perlu memprioritaskan konten dari Indonesia, mulai dari membantu pengembangan kapabilitas sampai mendorong go to market," ujarnya.
Kominfo berharap, RIM tak hanya menumbuhkan developer konten di kota-kota besar seperti Jakarta saja, tetapi juga di daerah.
"Diharapkan kita bisa lihat pertumbuhannya. Dengan demikian, RIM bisa membantu kita menumbuhkan developer lokal," ujarnya.
BlackBerry World Tour sendiri diklaim RIM disambut antusiasme luar biasa dari para developer lokal. Dikatakan Sarim Aziz, Head of Developer Relations Asia Pasific RIM, pendaftaran acara ini yang semula menyediakan 300 kursi peserta, langsung ludes hanya dalam 6 jam setelah dibuka.
"Kami tambah 100 seats lagi, 3 jam kemudian langsung habis. Ini menandakan antusiasme besar dari developer disini," ujarnya.
(rns/ash)