Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pemerintah Masih Kesal Pabrik BlackBerry Dibangun di Malaysia

Pemerintah Masih Kesal Pabrik BlackBerry Dibangun di Malaysia


- detikInet

Jakarta - Pengguna smartphone BlackBerry di Indonesia semakin menggunung. Saat ini, BlackBerry tak hanya dimiliki oleh kalangan menengah atas, kalangan menengah ke bawah pun sudah memiliki ponsel jenis ini. Sayangnya, negara kita masih banyak mengimpor telepon ini.

Wakil Menteri perdagangan, Bayu Krisnamurthi mengaku kecewa dengan lebih dipilihnya Malaysia sebagai tujuan ekspansi Research In Motion (RIM) sebagai produsen BlackBerry.

"Kita kecewa kepada RIM, kenapa dia bikin disitu (Malaysia), pasarnya yang besar disini kok," ungkap Bayu seusai acara temu wartawan membahas kinerja ekspor impor di Kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (3/7/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bayu, pemerintah akan mendorong perusahaan-perusahaan produsen telepon seluluer untuk membangun dan berinvestasi di Indonesia guna menekan importasi produk telepon seluler.

"Solusinya tidak ada cara lain, kita dorong mereka bangun pabrik di sini," ungkapnya.

Tak hanya BlackBerry, Bayu mengungkapkan, telepon seluler lain pun mendominasi impor pada periode bulan Januari hingga Mei 2012 ini. Tercatat, peningkatan angka impor pada tahun periode tersebut mencapai 22,2%.

"Tidak hanya BlackBerry, itu untuk semua HP," tambahnya.

Menurut Data dari Direktorat Impor Kementerian Perdagangan, nilai impor telepon seluler periode Januari hingga Mei 2012 mencapai USD 462.345,90

(zul/eno)






Hide Ads