Apple dikabarkan bertindak diskriminatif terhadap konsumen tertentu. Perusahaan pembuat iPad dan iPhone itu disebut-sebut menolak menjual gadgetnya untuk konsumen asal Iran.
Bermula dari cerita seorang warga Amerika Serikat asal Iran bernama Sarah Sabet, diwawancarai stasiun TV WSB-TV. Dia menyebutkan telah mendapatkan perlakuan diskriminatif dan menyakitkan dari pegawai di Apple Store yang dikunjunginya.
Sarah, mahasiswi University of Georgia berusia 19 tahun, mengunjungi Apple Store terdekat dari tempat tinggalnya bersama seorang teman. Mereka berniat membeli membeli iPad di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengejutkan, ketika Sarah mengatakan iPad yang akan dibelinya akan diberikan sebagai hadiah untuk seorang teman di Iran, Apple Store menolak menjualnya.
"Ketika kami menyebutkan, 'bahasa Persia', 'Saya dari Iran', si petugas itu berkata, 'Mohon maaf saya tidak bisa menjual ini kepada Anda. Negara kita punya hubungan yang buruk," kata Sarah kepada WSB-TV dan dilansir Mashable, Jumat (22/6/2012).
Reporter WSB-TV lantas mengunjungi Apple Store yang dimaksud untuk meminta konfirmasi. Manajer Apple Store lantas menjelaskan alasannya, yakni pembatasan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Iran yang demikian ketat.
Berdasarkan kebijakan ekspor Apple, disebutkan bahwa ekspor, mengekspor ulang, penjualan atau pasokan produk Apple sangat dilarang tanpa izin dari pemerintah Amerika Serikat.
Namun Sarah mengaku tidak mendapatkan penjelasan itu. Dalam opini pribadinya, dia telah diperlakukan secara diskriminatif dan menyinggung ras serta asal-usul.
"Dia tidak ada urusan menanyakan negara asal saya. Saya hampir menangis keluar dari toko itu," ujarnya.
Namun setelah kejadian itu dipublikasikan, Sarah lantas dihubungi petugas customer service Apple yang menyampaikan permintaan maaf, dan memberitahukan bahwa Sarah diperbolehkan membeli gadget yang diinginkan melalui website Apple.
Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi yang mengurus hubungan Amerika dengan warga muslim di negeri Paman Sam bahkan sampai menaruh perhatian khusus atas perlakuan yang diterima Sarah dan rekannya.
"Apple harus merevisi kebijakannya untuk meyakinkan bahwa konsumen tidak menerima perlakuan diskriminatif berdasarkan agama, etnis, maupun asal negara," kata Executive Director CAIR Nihad Awad.
"Jika tindakan pegawai Apple ini merefleksikan kebijakan perusahaan, maka kebijakan tersebut harus diubah dan semua pegawainya disosialisasikan ulang soal kebijakan yang baru," tambahnya.
Sementara itu, Apple sendiri belum merespons dengan memberikan keterangan resmi terkait dengan laporan ini.
(rns/ash)