Menurut Turina Farouk, VP Corporate Communication XL Axiata, salah satu hal yang harus ditingkatkan oleh RIM adalah terkait kualitas jaringan dan infrastruktur BlackBerry itu sendiri.
Sebab akses data di BlackBerry sedikit berbeda dengan ponsel lainnya, dimana ketika tersambung ke internet pengguna BlackBerry memiliki 'jalan tol' sendiri yang dioperasikan oleh RIM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun tentunya memasarkan handset BlackBerry baru dengan harga yang terjangkau dengan tetap mengutamakan kualitas dari handset itu sendiri," kata Turina.
Harga yang lebih miring ini penting karena pasar BlackBerry sudah semakin luas, tidak hanya di kota-kota besar saja.
Sebelumnya, Turina tak menampik jika di Amerika Serikat dan Eropa, pamor BlackBerry mulai menurun. Namun untuk negara-negara Asia, XL melihat jika BlackBerry masih berpotensi untuk berkembang.
"Seperti contoh di Indonesia, Thailand, India dan negara lainnya, BlackBerry masih diminati," ujarnya kepada detikINET.
Β
Pelanggan BlackBerry yang menggunakan jaringan XL sendiri saat ini sudah lebih dari 2,5 juta. "Dimana data yang kami dapatkan terakhir market share kami sekitar 30-35%," lanjut Turina.
Dan XL pun percaya bahwa BlackBerry belum habis di Indonesia. Apalagi, pembesut BlackBerry -- Research In Motion (RIM) pun telah menyadari akan potensi ini.
"Tentunya selama masih ada potensi untuk berkembang, RIM akan terus mengembangkan layanan BlackBerry dan menambah penetrasi distribusi BlackBerry melalui partner-partner resmi mereka serta tentunya dengan operator sebagai penyedia layanan BlackBerry di Indonesia," Turina menandaskan.
(ash/rns)