Hal ini pun ditegaskan oleh Turina Farouk, VP Corporate Communication XL Axiata. Memang ia mengakui bahwa di Amerika Serikat dan Eropa, pamor BlackBerry mulai meredup. Namun untuk negara-negara Asia, XL melihat jika BlackBerry masih berpotensi untuk berkembang.
"Seperti contoh di Indonesia, Thailand, India dan negara lainnya, BlackBerry masih diminati," ujarnya kepada detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan XL pun percaya bahwa BlackBerry belum habis di Indonesia. Apalagi, pembesut BlackBerry -- Research In Motion (RIM) pun telah menyadari akan potensi di sini.
"Tentunya selama masih ada potensi untuk berkembang, RIM akan terus mengembangkan layanan BlackBerry dan menambah penetrasi distribusi BlackBerry melalui partner-partner resmi mereka serta tentunya dengan operator sebagai penyedia layanan BlackBerry di Indonesia," Turina menandaskan.
RIM sendiri rencananya siang hari ini, Selasa (24/4/2012), akan meluncurkan BlackBerry terbarunya di Indonesia. Seri perangkat tersebut memang masih belum bisa dipastikan.
Konon, pilihannya di antara seri Curve 9220 atau 9320. Seri Curve 9220 Perangkat ini disebut-sebut sebagai BlackBerry 'murah' karena di India dibanderol USD 210 atau di bawah Rp 2 juta.
Ia dilengkapi dengan kamera 2 megapixel, FM radio dan tombol khusus BlackBerry Messenger. Dengan tampilan warna-warni, sayang Curve baru sebatas mengakomodir konektivitas 2G, GPRS atau EDGE.
Sementara Curve 9320 memiliki spesifikasi lebih tinggi dari 9220, sebab sudah 3G dan dilengkapi kamera 3,15 megapixel.
(ash/eno)