Salah satu yang paling disorot adalah pabrik-pabrik yang memproduksi hardisk, dimana pasokan hardisk dari Thailand disebut-sebut lumayan besar.
Menurut prediksi dari perusahaan analis iSuppli, tersendatnya produksi akan membuat harga hardisk di pasaran naik sebesar 10%. Kejadian ini kemungkinan bakal terjadi di kisaran bulan Oktober-Desember 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun demikian, untuk pengguna media penyimpanan di kalangan enterprise, seperti Google atau yang lainnya tak perlu khawatir. Sebab beberapa pemain di lahan besar ini diyakini memiliki persediaan barang yang banyak.
Sebelumnya, Zdnet melaporkan bahwa dua pabrik penghasil hardisk milik Seagate dan Western Digital (WD) terpaksa mengentikan produksinya akibat banjir menerjang.
Tidak beroperasinya kedua merek besar tersebut tentunya akan berdampak besar terhadap pasokan hardisk di seluruh dunia. Untuk WD misalnya, Thailand memproduksi sekitar 60% dari total media penyimpanan mereka yang beredar.
Sedangkan untuk Seagate, musibah ini merupakan masalah yang amat serius bagi mereka.
"Banjir di Thailand memiliki dampak yang luas bagi industri, termasuk hardisk, mengganggu jalur transportasi, logistik dan pembangkit listrik. Ini sangat serius," kata Steve Luczo, CEO Seagate.
Musibah banjir di Thailand merupakan yang terbesar dalam kurun 50 tahun terakhir. Bencana tersebut diklaim telah menenggelamkan sedikitnya 1.000 pabrik dari industri otomotif dan produsen komputer.
(ash/fyk)