Singkat kata, iMessage adalah jawaban Apple untuk melawan dominasi BlackBerry Messenger (BBM). Apple berharap iMessage dapat menjadi salah satu alasan utama bagi pengguna iPhone, iPad dan iPod touch (iDevice) untuk terus menggunakan iDevice mereka, dan pengguna BlackBerry serta serta smartphone lainnya untuk melirik iDevice.
Lantas, bagaimana kans iMessage di Indonesia? Kalau kita lihat dari sisi fitur, iMessage hampir tidak ada beda dengan BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, seperti BBM, iMessage juga mengunci percakapan dengan enkripsi. Artinya, seperti BBM, percakapan yang dilakukan dengan iMessage hampir tidak mungkin bisa disadap melalui jaringan seluler.
Perbedaan yang paling signifikan antara keduanya adalah fitur sinkronisasi otomatis yang ditawarkan oleh iMessage jika kita menggunakan lebih dari satu iDevice. Tidak seperti BBM, kita dapat melakukan sebuah percakapan yang sama menggunakan lebih dari satu iPhone, iPad dan iPod touch.
Karena dari sisi fitur sangat mirip, menurut saya sukses atau tidaknya iMessage di Indonesia sangat bergantung kepada faktor sosial masyarakat. Terutama, pada indeks 'gengsi' dan indeks 'kebutuhan untuk gaul' masyarakat pengguna smartphone di negara ini.
Tidak berbeda dengan fenomena BBM, iMessage menciptakan sebuah 'social circle' atau lingkaran sosial baru. Karena penjualan iPhone dan iDevice lainnya di Indonesia masih jauh dibawah BlackBerry, lingkaran sosial ini bisa jadi lebih menarik karena jauh lebih eksklusif.
Seperti 'pin' BBM, bisa jadi kepemilikan alamat email dan/atau nomor telepon yang tersambung dengan iMessage dapat menjadi simbol status baru yang harus ditebus dengan memiliki iDevice.
Let's see...
![]() | Tentang Penulis: Dirgayuza Setiawan, 22, adalah seorang pembuat film, penulis dan pengamat teknologi. Moderator dari milis id-Mac dan id-iPhone ini adalah kontributor aktif di beberapa media TIK nasional, dan penulis dari 9 buah buku panduan teknologi. Yuza dapat dihubungi di akun Twitter @dirgayuza atau website www.dirgayuza.com. |
