Jeff Bezos, CEO Amazon, memperkenalkan Silk beberapa menit setelah 'sang bintang' Amazon Kindle Fire. Browser ini menggunakan pendekatan 'split browser'.
Rekues halaman web di Silk akan dilarikan ke sebuah layanan di Amazon Elastic Compute Cloud (EC2). Fungsi layanan ini, antara lain, adalah untuk cache konten dan juga melakukan pre-process tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konten yang statis, misalnya, akan dikirimkan langsung oleh EC2 tanpa menunggu 'balasan' dari server asli. Sedangkan konten yang sifatnya personal, akan diambil dari server.
Hal lain yang dilakukan layanan di EC2 itu adalah menjalankan sebagian proses Javascript kompleks terlebih dahulu. Sehingga pengguna akan mendapatkan pengalaman yang lebih cepat.
Kemudian, Silk juga bisa melakukan kompresi ukuran gambar maupun video agar lebih baik saat ditangani oleh perangkat Amazon Kindle Fire.
Sebenarnya, apa yang dilakukan Silk tak jauh berbeda dengan apa yang sudah dilakukan Opera lewat browser Opera Mini. Silk dibangun berdasarkan engine Open Source WebKit.
(wsh/wsh)