Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laporan dari San Fransisco
Intel Kucurkan Rp 2,6 Triliun untuk Temukan Ultrabook
Laporan dari San Fransisco

Intel Kucurkan Rp 2,6 Triliun untuk Temukan Ultrabook


- detikInet

San Fransisco - Tercatat sedikitnya USD 300 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun ($1 = Rp 8.700) dana yang dikucurkan Intel untuk menciptakan Ultrabook. Uang sebanyak itu digunakan untuk beragam riset komponen pendukung komputer jinjing era baru tersebut.

"Kami mengucurkan sekitar USD 300 juta untuk mencari komponen yang tepat, dengan melibatkan banyak vendor," jelas Mooly Eden, Vice President & General Manager PC Client Group Intel.

Ultrabook memang memiliki komponen yang tidak biasa, semuanya dirancang agar tampil seramping mungkin dengan catu daya yang rendah. Bahkan bagian paling boros ini pun dilengkapi dengan komponen istimewa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagian paling boros dari notebook adalah layar, dan untuk komponen ini kami menggunakan buatan LG yang jauh lebih hemat daya dari layar pada umumnya," tambah Eden.

Layar yang disebut Shuriken Panel ini memang memiliki teknologi yang tidak biasa, di dalamnya disematkan sebuah memori sebagai media penyimpanan sementara gambar yang dipancarkan. Kombinasi teknologi ini dengan prosesor Intel diklaim bisa menghemat daya hingga 35%.

Selain itu investasi yang sedemikian besar juga digunakan untuk melakukan beragam riset. Intel bekerjasama dengan sebuah perusahaan yang bertugas untuk menciptakan hardware dan software berdasarkan kenyamanan pengguna komputer.

"Semua investasi tersebut semata-mata agar Ultrabook lebih terjangkau untuk masyarakat," tandas Eden, di tengah ajang Intel Developer Forum (IDF) 2011 yang berlangsung di Moscone Center West, San Francisco, Amerika Serikat, Rabu (14/9/2011).

Ultrabook merupakan penggabungkan antara performa dan kapabilitas komputer jinjing, dengan beberapa keunggulan tablet PC. Tak heran, jika akhirnya Intel mengklaim bahwa standar baru ini dapat mengubah pengalaman pengguna terhadap notebook pada umumnya.

Selain untuk mengakomodir kebutuhan meningkatnya mobilitas pengguna, Intel juga menyadari betul bahwa era baru komputer jinjing ini perlu juga menyoroti soal potensi keamanan, baik penyerangan malware, phising, hingga aksi pencurian komputer secara fisik.




(eno/ash)







Hide Ads