Dijelaskan oleh Ron Coughlin, Senior VP Laserjet & Enterprise Services (LES) Imaging and Printing Group, 75% pelaku bisnis membutuhkan solusi untuk meningkatkan profit, 15% untuk meningkatkan efisiensi IT, dan 10% untuk memotong biaya produksi.
Berangkat dari kebutuhan tersebut HP memperkenalkan solusi yang berdiri di atas tiga platform tujuan yaitu memangkas workflow menjadi lebih efisien, mengelola lingkungan kerja dan optimalisasi infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MPS terutama akan dikembangkan di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. "Asia Tenggara merupakan pasar dengan pertumbuhan yang cepat dan di sini UKM jadi pemimpinnya," ujar Leong Han Kong, VP Laserjet Enterprise Imaging & Printing Group Asia Pasific.
"Ke depan kami ingin print services di Asia Tenggara juga banyak dimanfaatkan oleh UKM, jadi tidak hanya printer saja," tambahnya.
Dengan skema kontrak 'pay per page' atau lainnya, HP MPS mengelola semua aktivitas imaging & printing melalui network printing yang tersentralisasi sehingga dapat dimonitor untuk mengukur produktivitasnya.
Dengan MPS, kini perusahaan dapat mengetahui biaya sesungguhnya dari operasional cetak yg selama ini hanya merupakan hidden cost, termasuk user/departemen yang paling banyak mencetak, jenis dokumen yang dicetak, pemakaian tinta dan kertas. Keamanan data pun terjamin dengan akses kontrol.
(mel/ash)