Dr. KF Lai, CEO dari Buzzcity -- sebuah perusahaan media mobile global -- mengatakan bahwa jika 15 tahun yang lalu kalian membuat satu transaksi online, orang akan mengatakan kalian gila.
"Tapi sekarang transaksi lewat internet telah menjadi bagian kehidupan yang normal dan telah terbukti stabil, aman dan berbiaya efektif," tukas Lai, dalam keterangannya, Senin (4/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah laporan dari Accenture mensurvei 1.100 responden yang mengikuti perkembangan teknologi di 11 negara dan menunjukan bahwa pasar ponsel Asia sedang bertumbuh lebih dari 25% setiap tahunnya. Dilaporkan, 69% dari responden Asia memilih penggunaan ponsel sebagai alat pembayaran.
"Analis industri telah lama memprediksi bahwa transaksi niaga lewat ponsel akan semakin sempurna," imbuh Lai.
Mobile Lifestyle Survey mengemukakan bahwa 46% responden telah menyatakan bahwa mereka menggunakan ponsel untuk layanan keuangan seperti transfer dana, pembayaran tagihan, dan aplikasi pinjaman.
Industri perbankan telah menjadi pelopor dalam transaksi niaga berbasis ponsel, salah satu contoh dari Buzzcity adalah mPesa dari Kenya yang membuat standar global dalam layanan keuangan berbasis ponsel.
Industri layanan perjalanan/travel juga saat ini telah bergerak ke arah layanan berbasis ponsel, dari memberikan informasi perjalanan dari membantu perencanaan perjalanan sampai pengguna tersebut sampai di tempat tujuan. Pada akhirnya akan mengarah pada layanan m-commerce seperti pemesanan tiket pesawat dan kamar hotel melalui ponsel.
Sebuah survei dari perusahaan pembuat konten perjalanan digital, Frommer's Unlimited menyebutkan bahwa 52% responden mengatakan bahwa mereka lebih suka mengakses informasi perjalanan pada ponsel mereka saat berlibur.
Lai menyimpulkan, pertumbuhan jumlah pengiriman email dan selancar web dari ponsel, pesan multimedia, musik untuk ponsel, aplikasi jaringan sosial, dan bahkan aplikasi layanan berbasis lokasi pengguna, menjadikan ponsel sebagai tren berikut untuk layanan yang berhubungan dengan travel.
"Itu hanya masalah waktu saja untuk meledaknya tren m-commerce atau transaksi niaga berbasis ponsel," ia menandaskan.
(ash/fyk)