Bagi konsumen, solusi-solusi tersebut menawarkan cara yang cepat dan murah dalam mengirim pesan. Namun dari sisi operator, keberadaan BBM dan iMessage bisa memusingkan terkait pemakaian SMS yang makin sedikit.
Ya, aplikasi instant messaging dinilai berpotensi besar mengikis penggunaan SMS. Sebagai contoh, operator AT&T di Amerika Serikat mengalami penurunan pertumbuhan pendapatan di sektor SMS dari yang sebelumnya 41% menjadi 21%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak cuma layanan khusus seperti BBM atau iMessage, aplikasi seperti What's App mulai terdengar gaungnya. Di Belanda misalnya, operator KPN mencatat adopsi Whats App di Android mencapai 85% di April 2011.
Namun demikian, pihak operator masih meyakini layanan SMS masih akan diminati, minimal dalam waktu dekat. Sebab, konsumen sudah begitu terbiasa dengan layanan pesan instan ini.
"Tidak semua orang adalah penggila teknologi dan tidak semua orang ingin memakai aplikasi baru seperti Whats App," kata Chief Executive Deutsche Telekom AG, Rene Obermann yang detikINET kutip dari Wall Street Journal, Senin (13/6/2011).
(fyk/ash)