Analisis Tony Bradley dari PCWorld yang dikutip detikINET, Senin (16/5/2011), menyebutkan sedikitnya 3 alasan mengapa Chrome OS yang pengoperasiannya berbasis web ini tidak akan berkibar. Yaitu soal kultur, fungsionalitas dan harga.
Kultur
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun bagi pengguna komputer, 'hidup' sepenuhnya dengan sistem cloud adalah perubahan kultur signifikan. Banyak orang masih ragu menyimpan segala hal via internet. Ada pula isu jika pengguna gagal terkoneksi di internet, maka Chromebooks praktis tak bisa dipakai.

Fungsionalitas
Chromebook akan menjadi fungsional jika orang tidak keberatan beralih ke OS berbasis cloud. Namun sejatinya OS ini tidak menawarkan fungsionalitas berbeda dengan laptop. Baik netbook ataupun laptop bisa juga menggunakan Google Docs atau Webmail.
Memang waktu bootnya lebih cepat dan memiliki daya baterai lebih awet. Namun kebanyakan netbook baterainya juga cukup awet. Bahkan dengan netbook pengguna bisa melakukan segala fungsi Chromebook dan hal-hal lain yang bisa dilakukan PC.

Harga
Di Amerika Serikat dan beberapa negara, Chromebook dijual antara USD 350 sampai USD 500. Harga ini kurang menarik karena dengan harga setara bahkan lebih murah, pengguna sudah bisa membeli netbook. Jika harga Chromebook di kisaran USD 200, mungkin perangkat ini akan lebih dilirik konsumen.
(fyk/ash)