"India adalah pasar penting dan strategis untuk RIM dan sektor mobile yang tumbuh pesat di sini menawarkan potensi untuk ekspansi lebih lanjut. Sebagai bagian strategi RIM di India, perusahaan membangun sumber daya sebagai pendukung kesempatan untuk bertumbuh," demikian kata juru bicara RIM mengenai kemungkinan pembuatan pabrik di India.
Chief Information Officer RIM, Robin Bienfat, bahkan akan segera berkunjung ke India untuk menemui para pelanggan BlackBerry di negeri itu. Selain itu, dia juga bakal menelisik kemungkinan pembangunan pabrik BlackBerry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RIM menolak menyebut berapa besar investasi yang akan mereka tanamkan. Namun diperkirakan, investasi awal pembuatan pabrik berkisar USD 150 sampai USD 250 juta. Robin dilaporkan akan mengunjungi wilayah Chennai, Mumbai dan Delhi untuk mengidentifikasi lokasi pembuatan pabrik.
Jika terwujud, pabrik di India bakal jadi fasilitas manufaktur pertama RIM di kawasan Asia Pasifik. Di area ini, mereka beroperasi di 18 negara termasuk Indonesia. Memang saat ini RIM tengah bermasalah dengan pemerintah India terkait permintaan pemerintah untuk mengakses server RIM, namun pembangunan pabrik dikatakan sebagai soal berbeda.
Di India, sudah cukup banyak vendor global yang mendirikan pabriknya. Misalnya Nokia, Samsung dan LG. Sebelumnya, RIM sempat diajak untuk membuka pabrik di Indonesia mengingat potensi pasar di sini sangat besar. Namun agaknya sampai sekarang, belum ada kabar lagi mengenai kelanjutannya.
(fyk/ash)