Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
RIM Berniat Bangun Pabrik BlackBerry di India

RIM Berniat Bangun Pabrik BlackBerry di India


- detikInet

India - Research in Motion (RIM), produsen smartphone BlackBerry, rupanya berniat membuka pabrik baru di India. Bahkan nantinya, India bisa saja menjadi pusat ekspor perangkat BlackBerry ke wilayah lain.

"India adalah pasar penting dan strategis untuk RIM dan sektor mobile yang tumbuh pesat di sini menawarkan potensi untuk ekspansi lebih lanjut. Sebagai bagian strategi RIM di India, perusahaan membangun sumber daya sebagai pendukung kesempatan untuk bertumbuh," demikian kata juru bicara RIM mengenai kemungkinan pembuatan pabrik di India.

Chief Information Officer RIM, Robin Bienfat, bahkan akan segera berkunjung ke India untuk menemui para pelanggan BlackBerry di negeri itu. Selain itu, dia juga bakal menelisik kemungkinan pembangunan pabrik BlackBerry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"RIM selalu mengevaluasi kesempatan berinvestasi, termasuk pabrik dan logistik, dan Robin berniat untuk mengeksplorasi kemungkinan tersebut selama kunjungannya di India," tambah juru bicara RIM, seperti dilansir The Hindu dan dikutip detikINET, Senin (28/3/2011).

RIM menolak menyebut berapa besar investasi yang akan mereka tanamkan. Namun diperkirakan, investasi awal pembuatan pabrik berkisar USD 150 sampai USD 250 juta. Robin dilaporkan akan mengunjungi wilayah Chennai, Mumbai dan Delhi untuk mengidentifikasi lokasi pembuatan pabrik.

Jika terwujud, pabrik di India bakal jadi fasilitas manufaktur pertama RIM di kawasan Asia Pasifik. Di area ini, mereka beroperasi di 18 negara termasuk Indonesia. Memang saat ini RIM tengah bermasalah dengan pemerintah India terkait permintaan pemerintah untuk mengakses server RIM, namun pembangunan pabrik dikatakan sebagai soal berbeda.

Di India, sudah cukup banyak vendor global yang mendirikan pabriknya. Misalnya Nokia, Samsung dan LG. Sebelumnya, RIM sempat diajak untuk membuka pabrik di Indonesia mengingat potensi pasar di sini sangat besar. Namun agaknya sampai sekarang, belum ada kabar lagi mengenai kelanjutannya.
(fyk/ash)






Hide Ads