"Aplikasi ini memancarkan koordinat lintang dan bujur orang yang tengah terdampar di wilayah bencana," kata Liang Chih-hsiung, profesor dari Lunghwa University.
Liang menambahkan, aplikasi bernama Mobile Savior yang dikembangkan bersama teman-temannya itu sudah tersedia di toko aplikasi mobile sejak Selasa silam, menyusul terjadinya gempa dan tsunami di Jepang pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobile Savior bekerja dengan cara mengambil data lokasi dari sistem GPS yang terdapat pada ponsel. Data ini selanjutnya dikirimkan ke nomor telepon lain, sebagai permintaan bantuan darurat.
(rns/rou)