Tony Chen, Brand Development Manager Lenovo Mobile untuk kawasan Asia Tenggara mengatakan, LePhone hingga saat ini masih eksklusif untuk China. Artinya, perangkat tersebut belum dipasarkan keluar dari Negeri Tirai Bambu tersebut.
"LePhone memang merupakan produk kelas atas kami, perangkat ini sudah dibenamkan dengan OS Android 2.2 dan tak ada satupun tombol yang melekat kepadanya. Semuanya dikontrol dengan sentuhan," tukasnya, dalam jumpa pers yang berlangsung di Restoran Bebek Bengil, Jakarta, Kamis (24/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, melihat geliat pasar ponsel pintar Indonesia yang semakin seksi, bukan tak mungkin Lenovo cepat-cepat melepas 'ikatan' LePhone dari China. "Bisa jadi tahun ini (LePhone masuk Indonesia)," tukas Jimmy.
Lenovo Mobile sendiri sudah berdiri sejak tahun 2002. Mereka pun memiliki lima kategori produk, yaitu seri S untuk ponsel yang beraura Fashion, seri I entertainment, P untuk Business, A atau E segmen ekonomi, serta segmen smartphone untuk ponsel kelas atas yang diwakili oleh LePhone dan OPhone.
Adapun untuk Indonesia, Lenovo Mobile ingin menjajal respons pasar dengan produk entry level dulu yang ditujukan untuk kalangan mengengah ke bawah.
Satu seri ponsel candy bar pun sudah soft launching pada 16 Februari lalu dengan menggandeng operator Axis. Harga yang ditawarkan cukup menarik, Rp 199 ribu jika membeli dua unit, dan Rp 249 ribu jika satu unit. (ash/rns)