Seperti dikutip detikINET dari The Register, Kamis (10/2/2011), jika update itu diterapkan maka kemampuan Autorun pada Windows akan dimatikan secara default.
Autoron adalah fitur yang memungkinkan perangkat eksternal yang terhubung ke Windows secara otomatis mengeksekusi kode sesuai spesifikasi dalam file autorun.inf. Fitur ini banyak dimanfaatkan untuk penyebaran program jahat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Windows 7, Microsoft sudah meniadakan kemampuan Autorun seperti itu. Namun pada Windows versi lawas, misalnya Windows Server 2008, hal itu masih ada.
"Kami merasa ini saat yang tepat untuk mendorong perubahan ini dan memberikan efek substansial pada penyebaran malware," ujar Jerry Bryant, group manager di Response Communications, Microsoft.
Kelemahan Autorun sudah diketahui sejak lama. Kurang lebih sudah 10 tahun program jahat memanfaatkan kemampuan ini untuk menyebarkan virus.
Lalu, mengapa Microsoft baru sekarang berusaha menghilangkannya? Menurut Bryant, selama ini banyak rekanan Microsoft yang memanfaatkan Autorun untuk memudahkan instalasi program pendamping perangkat mereka.
Update ini tergolong 'Important, non-security' namun dikeluarkan bersamaan dengan 12 security bulletin yang menambal 22 kelemahan Windows, Office, Internet Explorer dan IIS.
Tidak diketahui apakah update 'pembunuh autorun' itu bisa diterapkan pada sistem operasi Windows lawas versi bajakan.
(wsh/ash)